JEDDAH (Lentera) - Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan, bahwa 15 negara telah menandatangani deklarasi pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional, pada Kamis (13/8/2026).
"Jumlah negara yang menandatangani pernyataan bersama tersebut mencapai 15 negara. Sementara, 13 negara telah menyelesaikan prosedur nasional mereka, menandatangani piagam koalisi, dan secara resmi mengumumkan bergabungnya mereka," demikian bunyi pernyataan Kemhan Arab Saudi, yang diunggah di akun X melansir Antara, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan, menyusul pertemuan ketiga para perencana koalisi yang digelar di Jeddah, pada Kamis (13/8/2026).
"Hal ini menandai peluncuran nyata koalisi menuju tahap aktivasi kelembagaan dan operasional, sedangkan negara-negara lainnya terus menyelesaikan prosedur nasional yang diperlukan untuk bergabung dengan koalisi," tambah pernyataan itu.
Kemhan Arab Saudi menegaskan, bahwa meskipun koalisi tersebut akan dipimpin oleh seorang komandan asal Arab Saudi, posisi wakil komandan koalisi akan diisi oleh perwakilan dari Pakistan.
Arab Saudi dan 13 negara lainnya mengumumkan pembentukan Koalisi Pertahanan Maritim Multinasional pada 30 Juli, yang bertujuan untuk menjaga kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan jalur pasokan energi di Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, serta Teluk Aden.
Pada 6 Agustus, Laksamana Muda Arab Saudi, Abdullah bin Salem Al-Shehri ditunjuk sebagai komandan koalisi.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
