15 August 2026

Get In Touch

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Tutor E-Mas, Pemkot Kediri Gelar Professional Development Workshop

Pemkot Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar Professional Development Workshop for English Teachers, Jumat (14/8/2026).
Pemkot Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar Professional Development Workshop for English Teachers, Jumat (14/8/2026).

KEDIRI (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Professional Development Workshop for English Teachers, untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia.

Sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan yang menetapkan Bahasa Inggris, sebagai mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar mulai tahun depan. 

Workshop yang digelar, Jumat (14/8/2026), bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara, dengan mengangkat tema ‘Strengthening English Teachers and Tutors for Global Communication’. Kegiatan tersebut, terselenggara melalui kerja sama Dinas Pendidikan Kota Kediri dengan The Mangrove Global. 

Sebanyak 73 peserta terpilih mengikuti workshop ini, terdiri dari guru Bahasa Inggris SD, guru Bahasa Inggris SMP, serta tutor program English Massive (E-Mas). 

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono mengatakan terselenggaranya workshop ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional guru Bahasa Inggris, serta tutor English Massive (E-mas) dalam menerapkan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif, kreatif dan menyenangkan.

“Walikota Kediri ingin English Massive ini terus berkembang, salah satu poin yang ditekankan adalah bahwa program ini harus bisa diakses oleh seluruh siswa, tanpa ada diskriminasi karena tujuan utamanya adalah membantu anak-anak kita memudahkan belajar Bahasa Inggris,” tutur Mandung.

Ditambahkan Mandung, tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Inggris saat ini bukanlah ketidakpahaman anak, melainkan kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus menyenangkan agar tidak menimbulkan beban bagi siswa. 

“Sekolah diharapkan mampu membangun lingkungan belajar yang mendukung anak-anak berani berkomunikasi, baik dengan sesama teman maupun guru. Selain itu, English Massive yang ada di kelurahan juga diharapkan dapat mendukung pembelajaran Bahasa Inggris,” tambahnya. 

Di sisi lain, Pemkot Kediri juga terus memperluas program English Massive, salah satu strategi yang dilakukan ialah dengan menambah spot E-Mas baru di SD dan SMP Kota Kediri. 

Mandung mengatakan, untuk saat ini telah ada 150 spot E-Mas yang sudah berjalan di seluruh kelurahan di Kota Kediri. Tidak hanya di lingkungan RT/RW, Dinas Pendidikan saat ini juga telah membuka spot E-Mas baru. Untuk tahap awal, spot E-Mas telah diluncurkan di 9 SMP dan 3 SD.  

“Dalam 3 bulan ini, spot yang ada di sekolah kita pantau terus untuk terus stabil dan meningkat. Kita hadirkan spot di sekolah untuk memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran setelah jam sekolah, bagi siswa yang memilih belajar di lingkungan tempat tinggal tetap dapat mengikuti spot E-Mas di sekitar rumah pada sore atau malam hari,” ungkapnya. 

Workshop ini menghadirkan narasumber Teacher Trainer dari Amerika Serikat, Yuta Otake, sekaligus CEO dari The Mangrove Global. Materi yang diberikan meliputi English For Global Communication, English Language Development, Effective English Teaching Strategies, serta Professional Development for English Teachers and Tutors. Selain pembekalan materi, peserta juga diajak praktik langsung.

Melalui worshop ini, Mandung berharap, kualitas guru dan tutor semakin meningkat sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. 

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dan Tutor E-Mas secara berkelanjutan. Pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar dalam mempersiapkan generasi Kota Kediri untuk menghadapi komunikasi dan berbagai peluang di dunia global,” pungkasnya.

Di sela memberikan materi, Yuta Otake mengungkapkan, pentingnya pengembangan profesional bagi guru. Menurutnya, guru rentan terjebak dalam rutinitas mengajar yang monoton. Sehingga pengembangan profesional penting karena dapat mendorong guru dan tutor untuk menemukan dan mencoba ide-ide baru. 

"Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa secara efektif, guru seharusnya mengurangi teori dan lebih memperbanyak partisipasi aktif dengan siswa," tandasnya. 

Sementara itu, salah satu peserta guru SDN Bujel 2, Agustin yang sekaligus tutor menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan strategi untuk menciptakan suasana pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. 

Agustin menambahkan, materi yang diberikan dalam workshop memberikan banyak tips dan trik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. 

Dirinya berharap berbagai tips dan trik yang diperolehnya setelah mengikuti workshop dapat Ia praktikkan langsung sehingga membuat pembelajaran terasa lebih menarik, menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.

“Anak-anak biasanya masih terbatas dalam vocabulary dan kurang percaya diri ketika diminta maju ke depan kelas. Mereka membutuhkan support system dan lingkungan yang baik agar mereka berani untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan karena merupakan bagian dari proses belajar,” ujarnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.