Veteran Jadi Tamu Kehormatan Upacara HUT ke-81 RI, Dindik Jatim: Perjuangan Kini Dilanjutkan Lewat Pendidikan
SURABAYA (Lentera) -Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk mengajak generasi muda memahami kembali makna perjuangan kemerdekaan.
Tahun ini, sejumlah veteran diundang secara khusus untuk mengikuti upacara sekaligus menerima penghargaan atas jasa mereka.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kehadiran veteran dalam upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, perjuangan para veteran menjadi bagian penting dari sejarah yang memungkinkan generasi saat ini menikmati kemerdekaan sekaligus mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.
“Esensinya selain kita memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang dan veteran kita yang masih hidup,” kata Aries usai upacara, Senin (17/8/2026).
Sebelumnya Dindik Jatim juga menggelar kegiatan kunjungan ke kediaman para veteran di berbagai daerah. Kegiatan tersebut berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 dengan melibatkan siswa dan guru dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Aries menyebut, berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 581 veteran telah dikunjungi oleh siswa dan guru selama rangkaian kegiatan tersebut.
“Kita sudah keliling ke seluruh wilayah Jawa Timur dengan mengerahkan seluruh murid dan guru di seluruh kabupaten/kota untuk berkunjung kepada veteran,” jelasnya.
Pada puncak peringatan, Dindik Jatim mengundang perwakilan veteran yang berada di Surabaya untuk mengikuti upacara. Dari 10 veteran yang diundang, lima di antaranya tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan. Meski demikian, Dindik Jatim tetap menyiapkan bingkisan dan penghargaan untuk mereka.
Selain bingkisan, para veteran juga mendapatkan apresiasi dalam bentuk materi. Aries menegaskan, nilai materi tersebut bukan menjadi hal utama, melainkan simbol penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan para pejuang.
Aries mengatakan, salah satu pesan yang disampaikan para veteran selama kunjungan adalah pentingnya meneruskan perjuangan melalui pendidikan.
Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui pengorbanan fisik, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Para veteran juga berharap generasi muda tidak hanya menjaga simbol kemerdekaan seperti bendera Merah Putih, tetapi juga menjaga nama baik Indonesia melalui prestasi, karakter, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa.
Pesan tersebut, kata Aries, menjadi pengingat bagi dunia pendidikan bahwa sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memahami sejarah, menghargai perjuangan pendahulu, serta memiliki tanggung jawab kebangsaan.
Salah seorang veteran yang hadir, Kaspiyo, menyampaikan harapannya pada peringatan 81 tahun Indonesia merdeka. Ia berharap perjuangan para veteran tidak menjadi sia-sia dan nilai-nilai yang diperjuangkan pada masa lalu tetap dijaga oleh generasi penerus.
Ia menyoroti pemerintahan yang adil serta penegakan hukum yang tidak diskriminatif. “Harapan kami mungkin perbaikan di pemerintahan. Karena perjuangan kami tidak sia-sia. Kalau hukum tidak ditegakkan, tajam ke bawah dan tumpul ke atas, ini kurang bagus,” ujarnya.
Kaspiyo mengatakan, perjuangan yang pernah dilaluinya antara lain di Timor Timur, Irian, dan Poso. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih melalui pengorbanan yang tidak sedikit, termasuk nyawa, harta, dan air mata.
“Belajarlah yang baik. Jangan sampai terpengaruh provokator karena itu pasti merusak bangsa. Tolong jaga persatuan, kesatuan, dan utamanya kesopanan yang harus kita pegang,” katanya.
Kaspiyo juga menekankan pentingnya membangun karakter dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari perkembangan teknologi dan ekonomi, tetapi juga dari sikap masyarakatnya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, menjaga sopan santun, serta menghargai perbedaan menjadi bagian dari cara baru untuk mempertahankan persatuan Indonesia.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
