19 August 2026

Get In Touch

Persiga U17 Buka Piala Soeratin dengan Kemenangan Tipis atas Blitar Poetra

Pemain Persiga Trenggalek U17 merayakan gol Revin Dwi Ramadanu ke gawang Blitar Poetra pada laga pembuka Grup N Piala Soeratin U17 Zona Jawa Timur 2026 di Stadion Menak Sopal, Rabu (19/8/2026). Persiga menang tipis 1-0.
Pemain Persiga Trenggalek U17 merayakan gol Revin Dwi Ramadanu ke gawang Blitar Poetra pada laga pembuka Grup N Piala Soeratin U17 Zona Jawa Timur 2026 di Stadion Menak Sopal, Rabu (19/8/2026). Persiga menang tipis 1-0.

TRENGGALEK (Lentera) – Persiga Trenggalek U17 mengawali kiprahnya di Grup N Piala Soeratin U17 Zona Jawa Timur 2026 dengan hasil positif. Tampil sebagai tuan rumah di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Persiga berhasil menundukkan Blitar Poetra dengan skor tipis 1-0, Rabu (19/8/2026).

 Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persiga tampil dominan sejak awal pertandingan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat kedua tim masih bermain tanpa gol hingga jeda.

 Situasi pertandingan berubah pada menit ke-63 setelah Persiga harus bermain dengan 10 pemain. Ahmad Doni Alvaro diganjar kartu merah karena menjadi pemain terakhir di lini pertahanan dan menghentikan pergerakan pemain Blitar Poetra.

 Meski kehilangan satu pemain, Persiga justru mampu memecah kebuntuan. Revin Dwi Ramadanu mencetak gol pada menit ke-71 setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri penyerangan Persiga.

 Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Persiga mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang sekaligus mengamankan 3 poin pada laga perdana.

 Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak, mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu memanfaatkan peluang setelah sebelumnya banyak kesempatan terbuang.

 "Alhamdulillah pertandingan hari ini sangat seru. Pemain kita menguasai babak pertama dan banyak peluang, tetapi belum ada yang berhasil masuk. Alhamdulillah di babak kedua ada pemain yang menyambut bola dan akhirnya menjadi gol," ujar Ayub.

 Terkait kartu merah yang diterima Persiga, Ayub menilai semangat bertanding pemain muda menjadi salah satu faktor dalam permainan yang berlangsung keras.

 "Mungkin karena pemain kita anak muda, sifatnya berani untuk fight. Jadi mungkin karena anak muda yang fight, kita mendapatkan kartu merah," katanya.

 Meski meraih kemenangan, Ayub menyebut Persiga tetap akan melakukan evaluasi, khususnya dalam penyelesaian akhir.

 "Kami akan komunikasi dengan coach dan manajer bagaimana agar bola-bola yang berada di dalam kotak penalti bisa menjadi gol," jelasnya.

 Pada pertandingan berikutnya, Persiga akan menghadapi Perspa Pacitan. Ayub optimistis timnya mampu kembali meraih hasil maksimal.

 "Kami optimistis melawan Pacitan. Dari pertandingan kali ini terlihat anak-anak sudah mulai berani bertanding. Insyaallah lawan Pacitan nanti kami ingin meraih poin penuh," tegasnya.

 Antusiasme suporter juga menjadi perhatian Persiga. Ayub menyebut lebih dari 200 pendukung hadir langsung memberikan dukungan di Stadion Menak Sopal.

 "Alhamdulillah suporter hari ini banyak, mungkin lebih dari 200 yang datang. Mereka memberikan support untuk pertandingan kami. Ini memang salah satu hiburan masyarakat yang sangat diminati banyak kalangan," ungkapnya.

 Sementara itu, Pelatih Persiga U17, Bima Wahyu Romadhoni, menilai hasil kemenangan belum sepenuhnya memuaskan. Menurutnya, Persiga seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol jika melihat banyaknya peluang yang tercipta.

 "Untuk hasil kami belum puas karena banyak peluang yang tersia-siakan. Harusnya kami bisa mendapatkan hasil lebih dari hari ini. Ini menjadi evaluasi tim kami ke depan," kata Bima.

 Ia juga mengakui konsentrasi pemain sempat menurun ketika Persiga terlalu fokus melakukan serangan. Kondisi tersebut membuat lini pertahanan memiliki celah hingga berujung pada kartu merah.

 "Konsentrasi pemain kami mungkin menurun. Tadi kami sering menyerang dan kejadian itu hanya satu atau dua kali, tetapi menyebabkan kartu merah. Konsentrasi kurang dan kami terlalu terlena dengan penyerangan," jelasnya.

 Menghadapi pertandingan kedua, Bima memastikan aspek finishing dan konsentrasi pertahanan akan menjadi fokus evaluasi. Persiga juga harus menyiapkan opsi pemain setelah kehilangan satu pemain akibat kartu merah.

 "Yang jelas dari hasil hari ini, terutama finishing anak-anak, akan kami pertajam lagi. Kami juga harus lebih konsentrasi menutup celah. Karena pemain inti kami terkena kartu merah, kami akan mencari opsi lain agar tim tetap solid," pungkasnya.

 Grup N Piala Soeratin U17 Zona Jawa Timur 2026 sendiri dihuni Persiga Trenggalek, PSBR Kota Blitar, Perspa Pacitan, dan Blitar Poetra. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.