21 August 2026

Get In Touch

Kenapa Israel Tiba-tiba Serang Suriah?

ARSIP: Kantor Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus rusak berat akibat gempuran rudal Israel (EPA/BBC)
ARSIP: Kantor Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus rusak berat akibat gempuran rudal Israel (EPA/BBC)

TEL AVIV (Lentera) -Israel melancarkan serangan udara terhadap Pangkalan Udara Abu Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan sedikitnya delapan serangan menghantam landasan pacu Pangkalan Udara Abu Duhur. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al-Shibani mengecam serangan itu sebagai agresi Israel yang tidak dapat dibenarkan dan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.

Turkiye juga mengutuk serangan Israel dan menyerukan komunitas internasional mengambil tindakan lebih tegas untuk menghentikan agresi Israel yang semakin meningkat terhadap Suriah.

Alasan Israel serang Suriah

Dilansir NPR, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan tersebut dilakukan karena Suriah dinilai hampir melanggar status quo yang telah disepakati terkait masalah keamanan dengan mengizinkan pasukan Turkiye dikerahkan ke Pangkalan Udara Abu Duhur.

Israel mengeklaim telah berulang kali memperingatkan pemerintah Suriah bahwa pengerahan pasukan Turkiye di pangkalan tersebut akan menjadi ancaman terhadap keamanan Israel. Namun, menurut Israel, Suriah mengabaikan peringatan tersebut.

Pangkalan Abu Duhur menjadi penting karena Turkiye diketahui memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Suriah dan memberikan bantuan kepada militer Suriah.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights, Turkiye juga tengah melakukan rehabilitasi terhadap pangkalan udara yang telah lama tidak beroperasi setelah bertahun-tahun terdampak perang di Suriah.

Ketegangan Turkiye-Israel

Mengutip laman Kompas, Kamis (20/8/2026), situasi tersebut berlangsung di tengah persaingan pengaruh antara Israel dan Turkiye di Suriah. Kedua negara memiliki hubungan yang tegang dan berupaya membatasi pengaruh satu sama lain di negara tersebut.

Amerika Serikat turut menyatakan keprihatinan atas serangan Israel. Duta Besar AS untuk Turkiye sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan serangan udara terhadap Abu Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu menciptakan stabilitas regional.

Barrack juga mengatakan pemerintahan sementara Suriah di bawah Presiden Ahmad Al-Sharaa tidak menunjukkan sikap agresif ataupun mempertahankan kelompok proksi, serta berulang kali menyatakan keinginan untuk meredakan ketegangan dengan Israel.

Hubungan Israel-Turkiye di Suriah mengalami ketegangan sejak jatuhnya pemerintahan Bashar Assad pada Desember 2024.

Setelah Assad terguling, Israel melancarkan ratusan serangan udara di berbagai wilayah Suriah, terutama untuk menghancurkan aset militer Suriah agar tidak jatuh ke tangan pemerintahan baru.

Militer Israel juga mengambil alih zona penyangga yang dipatroli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah selatan dan masih mendudukinya hingga kini. Tahun lalu, serangan drone Israel di sebuah kawasan di selatan Damaskus menewaskan delapan tentara dan melukai sejumlah lainnya.

Pemerintahan baru di Damaskus menyatakan tidak menginginkan konflik dengan Israel. Namun, Israel tetap menaruh kecurigaan terhadap pemerintahan yang dipimpin Al-Sharaa tersebut.

Di sisi lain, perundingan yang dimediasi AS antara Israel dan Suriah untuk mencapai kesepakatan keamanan telah berlangsung lebih dari setahun, tetapi sejauh ini belum menghasilkan apa pun (*)

Editor:Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.