21 August 2026

Get In Touch

Incar Investasi Rp43 Triliun, Pemkot Surabaya Perkuat Layanan Berbasis AI

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA (Lentera) -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengandalkan inovasi digitalisasi perizinan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).untuk mengincar investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026.

Upaya itu mendapat perhatian dalam kunjungan Tim Pelaksana Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah bersama Tim Panel Penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ke Balai Kota Surabaya, Kamis (20/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan dan wawancara dalam tahapan Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya telah mengembangkan sistem layanan investasi yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi AI. Sistem tersebut memungkinkan proses perizinan dipantau secara real time, termasuk jumlah permohonan yang masuk dan telah diselesaikan.

Selain digitalisasi, Pemkot juga menyediakan Klinik Investasi untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Pendampingan tersebut mencakup berbagai kebutuhan investor, mulai dari penghitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi waktu pembangunan.

"Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja. Berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan," kata Eri.

Pemanfaatan AI juga memudahkan pemohon memantau perkembangan berkas perizinan melalui telepon pintar. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian proses, transparansi, serta kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Kepastian layanan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Menurut dia, proses perizinan yang transparan dan bebas dari biaya di luar ketentuan akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.

"Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya, investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh," tuturnya.

Untuk 2026, Pemkot Surabaya menargetkan realisasi investasi mencapai Rp43 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian atau target tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 triliun hingga Rp36 triliun.

Berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan Pemkot Surabaya diharapkan dapat mendukung pencapaian target tersebut sekaligus memberikan kemudahan bagi investor yang akan menanamkan modal di Kota Pahlawan..

Meski demikian, Eri mengungkapkan Anugerah Layanan Investasi bukan menjadi tujuan utama dari berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Menurutnya, penghargaan hanya merupakan bonus dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

"Penghargaan itu bonus. Sasaran utama kami adalah investasi bergerak, kemiskinan dan stunting berkurang, serta masyarakat sejahtera," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang, mengatakan kunjungan tim penilai dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara pemaparan yang telah disampaikan Pemkot Surabaya dengan kondisi di lapangan.

"Kami hadir bersama Wakil Ketua Kadin untuk mengecek apakah fasilitas dan pelayanan yang dipaparkan sudah sesuai dengan data di lapangan," kata Hasyim.

Penilaian dalam ALI 2026 berfokus pada dua aspek utama, yakni kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB).

Proses verifikasi tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan layanan dan data, tetapi juga dengan wawancara langsung. Tim penilai melakukan wawancara dengan jajaran DPMPTSP, perangkat daerah teknis yang menangani perizinan, hingga puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Pelaku usaha yang menjadi bagian dari proses penilaian berasal dari sejumlah sektor, antara lain perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Melalui proses tersebut, tim penilai ingin memastikan bahwa berbagai inovasi dan fasilitas yang disampaikan Pemkot Surabaya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha serta berjalan efektif dalam mendukung kemudahan berusaha di Kota Pahlawan," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.