21 August 2026

Get In Touch

Ghost Lashes, Tren Bulu Mata Nyaris Tak Terlihat,Digandrungi Zendaya hingga Dua Lipa

Ghost Lashes, Tren Bulu Mata Nyaris Tak Terlihat,Digandrungi Zendaya hingga Dua Lipa

SURABAYA (LENTERA) - Maskara selama ini menjadi salah satu senjata utama untuk membuat mata terlihat lebih besar, lentik, dan dramatis. Namun, tren kecantikan 2026 justru bergerak ke arah sebaliknya.

Bulu mata yang nyaris tidak terlihat atau ghost lashes kini menjadi salah satu gaya makeup yang mencuri perhatian. Zendaya, Dua Lipa, Gigi Hadid, Hailey Bieber hingga Gracie Abrams termasuk deretan selebritas yang tampil dengan riasan mata sangat minimalis.

Alih-alih membuat bulu mata tebal dan bervolume, ghost lashes menonjolkan bulu mata asli. Efek akhirnya ringan, lembut, bersih, dan seolah-olah pemakainya tidak menggunakan maskara.

Ghost lashes sebenarnya bukan tren yang sepenuhnya baru. Makeup artist Lisa Eldridge menyebut gaya tersebut memiliki akar dari estetika makeup era 1990-an.

“Waktu itu mulai muncul maskara yang hanya memberi sedikit warna pada bulu mata, dan produk tersebut sangat populer karena pas untuk tampilan minimal grunge,” jelas Eldridge, seperti dikutip dari Vogue.

Menurutnya, tren makeup saat ini memang semakin mengarah pada tampilan yang lebih lembut, terutama pada area mata.
“Tren makeup saat ini memang lebih condong ke arah riasan yang lembut, terutama untuk area mata,” ujarnya.

Makeup artist Emily Wood melihat ghost lashes sebagai bentuk makeup yang sengaja dibuat seolah-olah tidak membutuhkan banyak usaha.
“Kesannya seolah tanpa usaha, tapi tetap terlihat elegan dan penuh percaya diri,” kata Wood.

Karakter tersebut menjadi daya tarik utama ghost lashes. Bulu mata tidak dibuat sebagai pusat perhatian, tetapi tetap memberikan bingkai lembut pada mata.

Majalah British Vogue mencatat pencarian istilah ghost lashes sempat meningkat dua kali lipat dalam beberapa pekan ketika tren itu mulai ramai pada 2025. Saat itu, Dua Lipa, Hailey Bieber, Tracee Ellis Ross, dan Kylie Jenner termasuk selebritas yang ikut mengadopsinya. 

Tren ini kemudian semakin kuat pada 2026. Ghost lashes terlihat di sejumlah panggung mode dan karpet merah internasional.
Pada Met Gala 2026, Gigi Hadid, Audrey Nuna, Gwendoline Christie, Gracie Abrams, dan Hunter Schafer tampil dengan riasan mata yang tidak menonjolkan maskara hitam. Harper's Bazaar mencatat sejumlah dari mereka memilih tampilan bulu mata yang sangat samar, sementara sebagian lainnya menggunakan warna cokelat yang lebih lembut. 

Gigi Hadid, misalnya, menggunakan maskara cokelat dalam tampilan Met Gala tersebut. Artinya, konsep ghost lashes tidak selalu berarti benar-benar tanpa produk.
Prinsip utamanya adalah maskara tidak menjadi pusat perhatian.

Pendekatan serupa terlihat pada sejumlah runway koleksi Spring/Summer 2026. Teen Vogue mencatat tampilan fresh-face dengan efek no-mascara muncul dalam sejumlah peragaan, termasuk Calvin Klein, Simone Rocha, dan TOVE. 

Tren tersebut menunjukkan perubahan dari estetika bulu mata tebal yang sebelumnya mendominasi dunia kecantikan.
Selama bertahun-tahun, maskara berlapis, false lashes, hingga eyelash extension digunakan untuk menciptakan mata yang besar dan dramatis. Ghost lashes menawarkan pendekatan berbeda: mempertahankan bentuk asli mata dan membuat bulu mata terlihat hampir tidak tersentuh.

Mengapa Disukai?

Menurut Eldridge, perubahan tersebut berkaitan dengan kejenuhan terhadap makeup berat.
“Banyak orang kini lelah dengan makeup berat yang seakan ‘membentuk ulang’ wajah untuk memenuhi standar kecantikan konvensional,” terangnya.

Karena itu, ghost lashes tidak sekadar soal meninggalkan maskara. Tren ini membawa gagasan tentang penerimaan terhadap karakter wajah alami.

“Ghost lashes mengajak wanita untuk menerima sekaligus menonjolkan keunikan diri. Ini bagian dari pendekatan makeup yang lebih artistik, kreatif, dan minimalis,” kata Eldridge.
Emily Wood juga melihat ada unsur keberanian dalam tampilan tersebut.

Menurutnya, bulu mata yang nyaris tidak terlihat dapat memberikan kesan “undone sophistication” atau kecanggihan yang sengaja dibuat tidak terlalu sempurna. Tampilan tersebut justru menjadi lebih kuat ketika dipadukan dengan elemen makeup lain yang lebih ekspresif. 

Majalah Parade juga melihat ghost lashes sebagai salah satu tren makeup utama musim semi 2026. Makeup artist New York Markphong Tram menjelaskan kepada media tersebut mengapa sebagian makeup artist mulai mengurangi penggunaan maskara ketika memasuki musim yang lebih hangat. 

Sementara itu, Teen Vogue mengutip dokter mata Diane Hilal-Campo yang menyebut tren ghost lashes dapat memberi kesempatan bagi bulu mata untuk beristirahat dari potensi iritasi yang berkaitan dengan penggunaan produk makeup mata.

Namun, hal itu bukan berarti maskara atau eyelash extension otomatis menjadi tidak relevan. Ghost lashes lebih tepat dilihat sebagai alternatif gaya.

Bukan Berarti Tanpa Makeup

Salah satu kesalahpahaman mengenai tren ini adalah anggapan bahwa ghost lashes berarti wajah harus benar-benar polos.
Justru sebaliknya. Bulu mata yang dibuat minimal dapat menjadi penyeimbang untuk elemen makeup lain.

Wood menyarankan ghost lashes dipadukan dengan blush yang lebih terlihat, kulit dewy, atau warna bibir yang kuat. Kontras tersebut membuat tampilan tetap memiliki karakter. 

Zendaya menjadi contoh yang cukup jelas. Ketika mata dibiarkan natural, perhatian berpindah ke kulit yang bercahaya dan rona hangat pada wajah.

Untuk mendapatkan efek serupa, Casillas menyiapkan kulit Zendaya dengan produk skincare sebelum mengaplikasikan complexion ringan. Ia kemudian menggunakan beberapa warna blush bernuansa mocha dan merah untuk menciptakan efek hangat di area wajah yang secara alami terkena matahari. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan tren soft face yang berkembang pada 2026. Vogue Italia menyebut estetika makeup kini semakin mengarah pada wajah yang terlihat sehat dan segar, dengan blush sebagai salah satu elemen penting, sementara contouring dan riasan mata berat mulai dikurangi. 

Harper's Bazaar Germany juga mencatat bahwa tren makeup 2026 bergerak menuju barely-there look: wajah tetap diperhalus, tetapi kontur dibuat subtil, blush menggunakan rona lembut, dan maskara maupun eyeliner dapat ditinggalkan. 

Ghost lashes pada akhirnya bukan sekadar tren menghapus maskara.
Ia menjadi bagian dari perubahan besar dalam cara makeup digunakan. Jika sebelumnya makeup banyak dipakai untuk mengubah atau mempertegas fitur wajah, tren terbaru justru memberi ruang lebih besar bagi karakter alami.
Bulu mata boleh pendek. Tidak harus tebal. Tidak harus hitam pekat. Bahkan tidak harus terlihat jelas.

“Ghost lashes mengajak wanita untuk menerima sekaligus menonjolkan keunikan diri,” kata Eldridge.

Itulah mengapa tren yang awalnya terlihat seperti “tidak memakai apa-apa” justru membutuhkan teknik tersendiri.
No mascara? No problem.(far,ist/kum)
--
 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.