TRENGGALEK (Lentera) - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Trenggalek masih berada pada level yang relatif terkendali dibandingkan rata-rata Jawa Timur. Kondisi itu dipastikan setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan harga di pasar sekaligus mengecek ketersediaan beras di gudang Bulog, dengan total stok mencapai sekitar 4.000 ton.
Pemantauan dilakukan Pemkab Trenggalek bersama tim gabungan di pasar basah dan Gudang Bulog Karangsoko, Jumat (21/8/2026). Pengecekan tersebut menyasar sejumlah komoditas pangan, mulai dari beras, daging ayam, telur, cabai, hingga komoditas yang tersedia di Bulog.
Pj Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan belum ada lonjakan harga yang signifikan pada kebutuhan pokok masyarakat.
"Hari ini TPID melakukan pengecekan harga sembako di pasar. Kami melihat beberapa komoditas seperti daging, telur, kemudian di Bulog termasuk LPG. Alhamdulillah, secara keseluruhan harga masih stabil," ujar Triadi.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam ras. Di Trenggalek, harga komoditas tersebut masih berkisar Rp37.000-Rp38.000 per kilogram.
Menurut Triadi, posisi harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan harga rata-rata maupun harga acuan di tingkat Jawa Timur. Bahkan, sejumlah daerah lain telah mencatat harga daging ayam ras hingga Rp40.000 per kilogram.
"Untuk ayam potong di Trenggalek masih berada di kisaran Rp37.000 sampai Rp38.000 per kilogram. Artinya masih di bawah harga acuan pemerintah. Kalau melihat data Siskaperbapo Jawa Timur, posisi kita juga masih lebih rendah karena daerah lain sudah ada yang mencapai Rp40.000," jelasnya.
Selain harga, TPID turut memastikan pasokan pangan tetap aman dengan melihat langsung kondisi gudang Bulog. Gudang Bulog Karangsoko memiliki kapasitas sekitar 3.000 ton yang terbagi dalam 2 unit gudang dan berada di atas lahan seluas 10.200 meter persegi.
Saat pengecekan, stok beras di gudang tersebut mencapai sekitar 2.800 ton. Sementara Gudang Filial di Karangan masih menyimpan sekitar 1.200 ton beras.
Data Siskaperbapo Jawa Timur per 21 Agustus 2026 juga menunjukkan harga sejumlah komoditas di Trenggalek berada di bawah rata-rata Jawa Timur.
Beras medium, misalnya, rata-rata Jawa Timur berada di angka Rp13.027 per kilogram, sedangkan harga di Trenggalek tercatat Rp11.600 per kilogram.
Kemudian harga cabai rawit merah rata-rata Jawa Timur mencapai Rp47.132 per kilogram, sementara di Trenggalek berada pada level Rp46.000 per kilogram.
Adapun daging ayam ras rata-rata Jawa Timur tercatat Rp38.926 per kilogram. Di Trenggalek, komoditas tersebut masih berada di angka Rp37.500 per kilogram.
Pemantauan harga dan stok ini dilakukan sebagai langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH




.jpg)
