31 August 2026

Get In Touch

Nepal Desak TikTok dan Meta Hapus Konten AI soal Banjir Bandang

Para ilmuwan memperingatkan bahwa banjir lebih lanjut mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang (AP)
Para ilmuwan memperingatkan bahwa banjir lebih lanjut mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang (AP)

JAKARTA (Lentera) -Pemerintah Nepal mendesak TikTok dan Meta untuk menghapus gambar hingga video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), kode QR donasi palsu, serta unggahan menyesatkan yang beredar setelah bencana banjir bandang di perbatasan China-Nepal terjadi.

Penghapusan konten terkait banjir bandang tersebut dilakukan agar tak ada unggahan yang dapat menyesatkan masyarakat, menghambat operasi bantuan, atau semakin memperburuk kesedihan keluarga korban, lapor media lokal The Kathmandu Post pada Jumat (28/8), dikutip dari Antaranews.

Bijay Kumar Roy, koordinator satuan tugas pemerintah untuk regulasi dan pengelolaan media sosial, mengatakan bahwa pihak berwenang meminta perusahaan-perusahaan tersebut segera menghapus konten yang tidak pantas dan menyesatkan setelah ditandai.

Para pejabat juga dilaporkan mendesak platform-platform tersebut agar membuat algoritma mereka lebih proaktif dalam mendeteksi dan memblokir konten dan grafis palsu.

Lebih lanjut, pihak berwenang setempat mengatakan rekaman lama telah kembali disebarkan seolah-olah merupakan gambar dari bencana terbaru.

Sementara itu, video dan gambar yang dibuat menggunakan AI ditampilkan seolah-olah merupakan kejadian nyata. Kode QR palsu untuk meminta donasi bagi korban banjir pun juga bermunculan.

Mengutip Bisnis, Meta dan TikTok saat ini membutuhkan waktu antara 24 hingga 48 jam untuk merespons unggahan yang dilaporkan. Hal itu mendorong pejabat pemerintah meminta kedua platform mempercepat tindakan terhadap konten bermasalah.

Sebelumnya diketahui, bencana alam banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8). Banjir tersebut menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta menghancurkan rumah, jembatan, dan jalan.

Di sisi China, lumpur dan material longsoran menerjang Pelabuhan Gyirong di Kabupaten Gyirong, Daerah Otonomi Xizang, China barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet. Bencana tersebut memutus akses jalan serta jaringan komunikasi dan pasokan listrik.

Ratusan warga, pekerja konstruksi, dan wisatawan di wilayah terdampak Kabupaten Gyirong telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.