31 August 2026

Get In Touch

Resmi Mengaspal, 66 Angkutan Pelajar Gratis Layani 15 Rute di Kota Malang

Peluncuran angkutan pelajar gratis di Balai Kota Malang, Senin (31/8/2026). (Santi/Lentera)
Peluncuran angkutan pelajar gratis di Balai Kota Malang, Senin (31/8/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 66 unit angkutan pelajar gratis resmi mengaspal di Kota Malang, Senin (31/8/2026). Puluhan armada tersebut mulai melayani pelajar melalui 15 rute yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, program angkutan pelajar gratis tersebut merupakan program yang selama ini dinantikan masyarakat. Sejumlah persiapan harus dilakukan terlebih dahulu, terutama berkaitan dengan regulasi dan kelayakan armada.

"Ini memang program yang selama ini ditunggu-tunggu. Karena memang semuanya berproses dan agak sedikit lama karena dari regulasi banyak yang harus disiapkan terlebih dahulu," ujar Wahyu, ditemui usai melaunching program tersebut di Balai Kota Malang, Senin (31/8/2026).

Ia menjaskan sebelum resmi beroperasi, armada yang digunakan telah melalui proses kurasi. Pemerintah memastikan spesifikasi, persyaratan, surat uji KIR, kelayakan, serta kelengkapan kendaraan telah terpenuhi.

Lebih lanjut, Wahyu menyebut, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan sistem pengawasan untuk memastikan armada beroperasi sesuai ketentuan. Setiap unit angkutan pelajar telah dipasangi GPS sehingga pergerakannya dapat dipantau.

Wahyu mengatakan masing-masing armada juga telah memiliki rute operasional yang ditetapkan. Dengan demikian, aktivitas kendaraan dapat dipantau selama memberikan pelayanan kepada pelajar.

Tak hanya kendaraan, pengemudi juga wajib mematuhi sejumlah aturan. Mereka dilarang merokok selama bertugas, tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek, serta diwajibkan bersikap sopan kepada para pelajar.

"Apabila ada hal yang memang dilanggar, pelajar bisa melaporkan kepada kami. Kami akan mengambil tindakan," tegas Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, angkutan pelajar gratis dijadwalkan berangkat mulai pukul 05.45 WIB. Sementara layanan penjemputan dilakukan pada pukul 14.45 WIB.

Jumlah armada yang dibutuhkan dalam program yang menelan anggaran Rp1,9 miliar, ini diproyeksikan mencapai 96 unit. Namun, pada tahap awal saat ini baru 66 armada yang memenuhi persyaratan untuk dioperasikan.

Widjaja menjelaskan, 15 rute yang digunakan dalam program tersebut pada prinsipnya mengikuti jalur yang selama ini dilalui bus dan elf angkutan pelajar yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan 66 armada yang telah memenuhi persyaratan, Dishub Kota Malang menilai jumlah tersebut sudah mencukupi untuk melayani 15 rute pada tahap awal. "Cukup," kata Widjaja saat ditanya mengenai kecukupan 66 unit armada untuk melayani 15 rute tersebut.

Dalam pelaksanaan program ini, terdapat alokasi biaya operasional kendaraan sekitar Rp75.000 hingga Rp200.000, dengan besaran yang menyesuaikan jalur yang dilayani. Jalur yang lebih pendek dan lebih panjang memiliki kebutuhan operasional yang berbeda.

Namun, Widjaja menegaskan, nominal tersebut tidak seluruhnya diberikan kepada pengemudi sebagai pendapatan pribadi. Pengelolaannya dilakukan secara internal melalui koperasi atau badan usaha yang menaungi para pengemudi.

"Ini bukan 100 persen diserahkan pada mereka, karena ini ada pengelolaan. Misalnya ada untuk biaya GPS, biaya monitoring, biaya untuk yang lain-lainnya," jelasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.