03 September 2026

Get In Touch

Setelah di Sidoarjo, Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilaporkan Keracunan MBG 

Salah satu siswa SMAN 3 Nganjuk yang diduga keracunan MBG sedang mendapat perawan medis. (foto:ist/detikJatim)
Salah satu siswa SMAN 3 Nganjuk yang diduga keracunan MBG sedang mendapat perawan medis. (foto:ist/detikJatim)

NGANJUK (Lentera) - Puluhan siswa SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk, dilaporkan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026). Hingga mereka dilarikan ke dua rumah sakit, untuk mendapat perawatan.

Pantauan di RSUD Nganjuk, sejumlah pasien yang masih berseragam sekolah menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sekitar pukul 15.30 WB.

"Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi," ungkap Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Hernanto mengutip detikJatim, Rabu (2/9/2026).

Informasi yang dihimpun, siswa yang diduga keracunan dilarikan ke RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara, jumlahnya diperkirakan 30 orang.

"Yang masuk ke sini 17 siswa bapak," jawab salah satu petugas RSUD Nganjuk saat ditanya Judy.

Hingga kini belum diketahui juga menu apa saja yang dikonsumsi para siswa, dan dari SPPG mana yang menyuplai menu MBG ke SMAN 3 Nganjuk tersebut.

Sementara itu, Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin ditemui di RSUD Nganjuk menyampaikan, jumlah sementara siswa SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk yang diduga keracunan menu MBG adalah 49 orang.

"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.

Dia menyebut, bahwa bila nanti masih ada siswa yang mengalami gejala sama dan harus dirujuk, dimungkinkan akan dibawa rumah sakit islam.

Selain itu, Syamsudin mengaku, masih belum mendapat informasi pasti, terkait menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut, karena semuanya kasih dalam tahap verifikasi.

"Untuk menu belum dapat laporan. Yang jelas gejalanya mual dan muntah," pungkasnya.

Terpisah, salah guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso membeberkan keracunan berawal saat menu MBG tiba di sekolah pada pukul 10.00 WIB. Namun beberapa jam kemudian, setelah memakannya para siswa mengalami gejala keracunan.

"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah," ungkap Andi

Para siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut, kemudian dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Andi juga memperlihatkan menu MBG yang sebelumnya dimakan oleh siswa, berupa nasi goreng yang terdapat ayam suwir dan tahu bulat. Namun, dia belum bisa memastikan, bagian mana yang membuat mereka keracunan.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.