04 September 2026

Get In Touch

Roadshow Parenting PUSPAGA Surabaya, Bunda Rini Ingatkan Pentingnya Orangtua Jadi Teman bagi Anak

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, saat menghadiri Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Balai RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, saat menghadiri Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Balai RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru.

SURABAYA (Lentera) -Orangtua dituntut semakin adaptif dalam menghadapi karakter anak masa kini yang dinilai lebih kritis dan terbuka menyampaikan pendapat. Karena itu, komunikasi yang terbuka sejak usia dini menjadi salah satu kunci membangun kedekatan antara orangtua dan anak.

Pesan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, saat menghadiri Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Balai RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema “Anak Siap, Orangtua Sigap: Pengasuhan Positif dan Persiapan 1 Tahun Prasekolah Dalam Wajib Belajar 13 Tahun”, kegiatan tersebut diikuti puluhan orangtua yang antusias mengikuti pembahasan mengenai pola pengasuhan anak.

Dalam kesempatan itu, Rini mengajak para orangtua untuk terus belajar memahami karakter anak. Menurutnya, anak-anak saat ini cenderung lebih kritis sehingga orangtua perlu mampu menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang dapat diterima dan dipahami anak.

"Anak sekarang kalau kita ngomong pasti menjawab, dan kita harus punya jawaban yang menurut mereka masuk akal. Untuk bisa menjadi teman yang baik dan tempat bercerita, kita harus bangun komunikasi dari awal, mulai dari balita," kata Rini.

Ia mengingatkan orangtua agar mampu mengendalikan emosi ketika anak mulai terbuka menceritakan persoalan pribadi. Reaksi berlebihan, menurutnya, justru dapat membuat anak merasa takut dan memilih menutup diri.

"Saya tahu dan yakin, ketika saya salah bereaksi terhadap apa yang dia katakan, bisa dipastikan dia tidak akan cerita apa-apa lagi. Lebih bahaya ketika mereka takut cerita sama kita, kita enggak akan tahu dia lagi ada masalah sama siapa," ujarnya.

Selain pola pengasuhan di rumah, Rini menyoroti pentingnya pendidikan prasekolah minimal satu tahun sebelum anak memasuki Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk bersosialisasi, berbagi, serta mengenal kedisiplinan.

Dalam kegiatan tersebut, ditemukan masih ada anak usia 5–6 tahun di wilayah setempat yang belum mengenyam pendidikan prasekolah. Menyikapi kondisi itu, Pemkot Surabaya menyatakan siap memberikan bantuan beasiswa bagi anak yang membutuhkan.

Pemkot juga akan mengkaji kebutuhan pembangunan sekolah baru apabila kapasitas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan tersebut dinilai belum mencukupi.

Roadshow Kelas Parenting PUSPAGA juga diisi dengan diskusi mengenai pembentukan kepercayaan diri atau self-esteem anak. Rini meminta orangtua tidak ragu memberikan apresiasi secara tulus serta menghindari kebiasaan membandingkan anak dengan anak lainnya.

Ia juga mengingatkan orangtua agar tidak memberikan respons yang justru meremehkan usaha anak dengan dalih memberikan semangat atau toxic positivity. Sebaliknya, orangtua perlu memberikan dukungan nyata ketika anak merasa lelah dan mengapresiasi setiap pencapaian, termasuk hal-hal kecil.

"Hadiah atau apresiasi tidak perlu berupa barang, Bunda. Dengan ciuman, pelukan, kalimat positif, atau memasakkan masakan kesukaan anak, itu sudah menjadi kekuatan yang luar biasa. Anak tidak perlu diajari semuanya tentang hadiah, tetapi rasa dihargai itu yang kita bangun," pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.