05 September 2026

Get In Touch

Fadia Arafiq Mengaku Keuangan Minus dan Punya Utang Saat Jadi Bupati, Klaim Tak Cari Uang dari Jabatan

Terdakwa mantan Bupati Pekalongan periode 2021-2025 dan 2025-2030 Fadia Arafiq (tengah) bersiap menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026) -Kompas
Terdakwa mantan Bupati Pekalongan periode 2021-2025 dan 2025-2030 Fadia Arafiq (tengah) bersiap menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026) -Kompas

SEMARANG (Lentera) -Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq mengungkap sumber kekayaannya dalam pembelaan di persidangan perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (3/9/2026).

Fadia mengaku sudah memiliki banyak uang dan sejumlah usaha sebelum menduduki jabatan sebagai kepala daerah.  Ia menegaskan kekayaan yang dimilikinya bukan diperoleh dari posisi sebagai bupati.

"Saya jadi bupati ini ada pengabdian, cinta saya kepada Pekalongan, bukan karena mencari uang," kata Fadia.

Fadia Arafiq Mengaku Keuangan Minus dan Terjerat Utang

Selain menjalankan bisnis, Fadia mengatakan dirinya juga berprofesi sebagai penyanyi.  

Sejumlah usaha yang telah dimiliki sebelum menjadi bupati, menurut dia, tetap berjalan ketika dirinya memimpin Kabupaten Pekalongan.

"Saya ingin menjelaskan bahwa uang saya itu sudah banyak sebelum saya jadi bupati," tandasnya.

Salah satu usaha yang disampaikan Fadia di persidangan adalah kolam renang di Pekalongan. Ia menyebut kolam renang itu telah dibelinya sekitar 2013.

Fadia juga menyampaikan kondisi finansialnya setelah menjadi bupati. Ia mengatakan keadaan keuangannya justru mengalami minus dan dirinya mempunyai utang.

Pernyataan mengenai kondisi keuangan itu muncul setelah sejumlah saksi meringankan memberikan keterangan mengenai sumber pendapatan serta aset milik Fadia.

Salah satu saksi yang dihadirkan ialah Tri Awal, konsultan keuangan. Dalam keterangannya, total uang yang tersimpan dalam sejumlah rekening Fadia dan suaminya mencapai sekitar Rp 54,58 miliar pada 26 Juni 2020, di luar surat berharga.

Bisnis keluarga di Tanah Abang

Kegiatan usaha keluarga Fadia juga terungkap melalui kesaksian Ismawan, karyawan toko terdakwa yang menjadi saksi meringankan.

Menurut dia, keluarga Fadia memiliki belasan toko di pusat perdagangan tekstil tersebut.

"Kita masih punya 15 toko waktu itu," kata Ismawan, dilansir dari Kompas, Sabtu (5/9/2026)

Ismawan menjelaskan pengelolaan keuangan dan penarikan uang dari belasan toko dilakukan melalui pihak internal keluarga. Pengelolaan bisnis itu dipercayakan kepada seseorang bernama Candra.

Bisnis pakaian keluarga Fadia juga disebut berkembang ke pasar ritel modern.  Ismawan menerangkan perusahaan keluarga itu memasok produk tekstil ke pusat perbelanjaan Sarinah di Jakarta.

Dalam kegiatan usaha tersebut, keluarga Fadia menggunakan merek dagang "Arafiq". Merek itu berfokus pada produksi pakaian dan mukena.

Ismawan menyebut aktivitas perdagangan yang telah berlangsung lama menjadi salah satu penopang kestabilan bisnis keluarga Fadia sebelum dirinya menjadi kepala daerah.

"Di perdagangan alhamdulillah sudah lama, jadi sudah stabil," jelasnya.

Harta Kekayaan Fadia Arafiq Tembus Rp 85,62 miliar

Kondisi yang disampaikan Fadia di persidangan berbeda dengan data dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Fadia mengaku keuangannya berada dalam kondisi minus setelah menjabat sebagai bupati karena memiliki utang.

Namun, dalam LHKPN yang disampaikan pada 30 Maret 2025 untuk periode 2024, total harta Fadia tercatat Rp 85,623 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 74,29 miliar berupa 26 aset tanah dan bangunan.

Fadia juga tercatat mempunyai dua kendaraan. Pertama, mobil Hyundai Minibus tahun 2013 dengan keterangan hasil sendiri senilai Rp 200.000.000.

Kedua, mobil Alphard X A/T 2.4 tahun 2018 dengan keterangan hasil sendiri senilai Rp 980.000.000.

Selain tanah, bangunan, dan kendaraan, laporan kekayaan Fadia mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp 3.020.000.000.

Sementara kas dan setara kas Fadia tercatat sebesar Rp 10.333.500.000. Laporan yang sama mencatat utang sebesar Rp 3.200.000.000 (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.