08 September 2026

Get In Touch

Siswa SMK di Karo Keracunan MBG dan Diduga Alami Gangguan Ingatan 70 Persen

Siswa di Karo dirawat diduga keracunan MBG (IDN Times).
Siswa di Karo dirawat diduga keracunan MBG (IDN Times).

MEDAN (Lentera) - Febiona Purba (16), siswa di SMK Bersama Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengalami keracunan menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG)  menjalani perawatan intensif dan diduga mengalami gangguan ingatan hingga 70 persen.

Sejak 13 Agustus 2026, Febiola sudah dirawat di lima rumah sakit. Diawali dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, dan saat ini dirawat di RS Amanda, Karo. 

"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," ujar Icuk Sugiarto Purba, ayah dari Febiola Br Purba, melansir IDN Times Selasa (8/9/2026).

Icuk menuturkan, kondisi Febiola saat ini seperti anak usia 3 tahun. Korban tidak mengenali teman sekelas, guru, bahkan adik dan barang-barang miliknya sendiri. "Waktu kami pulang dari rumah sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama," tuturnya.

Febiola merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, keluarga harus membeli susu khusus dua kali seminggu dengan harga Rp180.000 per sekali beli. Selain itu, makanan dan vitaminnya juga harus dijaga sesuai anjuran dokter.

Febiona mulai keracunan MBG pada Kamis (13/8/2026). Di hari itu, Febiona seperti biasanya, beranjak ke SMK Bersama Berastagi dengan kondisi tubuh yang fit. Di situ, Febiona menyantap MBG dengan lauk ikan tongkol. 

Melansir Kompas.com, Febiona saat makan sempat merasa pahit dan keras. Namun dia hanya berpikir memang rasanya seperti itu. Akan tetapi,  Febiona mulai pusing namun tetap berupaya mengikuti proses belajar mengajar. Febiona tergolong siswa yang berprestasi. Juara satu di kelasnya dan aktif di kegiatan sekolah, sebagai wakil ketua OSIS. 

Sepulangnya ke rumah, ia merasa pusingnya semakin memuncak dan badannya gatal-gatal.  Bahkan kemudian ia muntah dan badannya mendadak lemas. Kemudian ia dibawa ke RSU Kabanjahe. 

Selama tiga hari Febiona dirawat lalu pulang. Namun ia kembali kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Dua hari berselang, dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan dirawat selama seminggu.

Icuk berharap pihak penyelenggara program MBG dan aparat hukum bertanggung jawab atas kejadian ini.

"Pesan saya, semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, dan mengarahkan kepada dokter-dokter yang terbaik," harapnya.

Ia juga meminta program MBG dievaluasi agar tidak ada lagi korban. "Ya, harapan saya sebetulnya program MBG itu sangat bagus. Tapi karena sudah ada korban-korban seperti ini, anak-anak SMA, SMP, ini tidak diinginkan mereka menjadi korbannya. Jadi itu sudah kelalaian," tegasnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.