BANGKALAN (Lentera) -Bangunan SDN Pakaan Laok 1, Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, rusak sejak lima tahun lalu. Akibatnya, para siswa tidak miliki fasilitas belajar yang memadai.
Guru SDN Pakaan Laok 1, Imam Syafi'i, mengatakan bahwa terdapat empat ruang kelas yang rusak yakni kelas 1,2,3 dan 4. Akibatnya, para siswa harus berbagi ruang kelas dengan cara disekat dengan papan kayu.
"Sisa tiga ruang kelas yang bisa digunakan," ujar Imam, Kamis (10/9/2026).
Tiga ruang yang tersisa itu lalu dibagi yakni satu ruang untuk kelas 1 dan kelas 2, satu ruang lain untuk kelas 3 dan kelas 4.
"Satu ruangan terakhir dibagi untuk tujuh bagian. Yakni untuk kelas 5 dan 6, ruang guru, ruang kepala sekolah, dapur, ruang tamu dan ruang operator," ungkap Imam.
Meski jumlah ruangan terbatas, namun semangat para siswa untuk belajar tidak menurun. Bahkan, para siswa juga gemar membaca ditengah keterbatasan fasilitas tersebut.
"Kami tidak punya perpustakaan namun untuk buku bacaan tetap kami sediakan," kata Imam, melansir Kompas.
Buku bacaan para siswa itu diletakkan di ruang guru. Setiap siswa yang hendak membaca akan mengambil buku tersebut dan dibaca di meja masing-masing lalu dikembalikan lagi.
Jumlah buku bacaan yang disediakan sekolah tak banyak, sebab pihak sekolah memiliki ruang yang terbatas untuk menyimpan buku-buku tersebut.
"Siswa itu tetap semangat baca, meski tidak semuanya lancar. Namun mereka semangat belajar," pungkas Imam.
Diketahui, SDN Pakaan Laok 1 memiliki siswa sebanyak 87 orang. Setiap kelas tidak bisa memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) karena ruangan hingga meja dan kursi yang terbatas (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
