10 September 2026

Get In Touch

Bupati Trenggalek Blusukan Temui Warga, Pastikan Data Kemiskinan Sesuai Kondisi Lapangan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berbincang dengan salah satu warga saat meninjau langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mencocokkan kondisi riil warga dengan data sekaligus memasti
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berbincang dengan salah satu warga saat meninjau langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mencocokkan kondisi riil warga dengan data sekaligus memasti

TRENGGALEK (Lentera) –Pemerintah Kabupaten Trenggalek memperkuat pelayanan berbasis kondisi nyata masyarakat dengan turun langsung menemui warga kurang mampu. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajarannya mengunjungi tujuh warga di tiga desa di Kecamatan Gandusari untuk memastikan kondisi mereka sekaligus menindaklanjuti kebutuhan bantuan, mulai dari akses pengobatan hingga perbaikan rumah tidak layak huni.

Kunjungan tersebut menyasar warga di Desa Krandegan, Desa Melis, dan Desa Widoro. Dari tujuh warga yang ditemui, kondisi di lapangan pada umumnya sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah.

Meski demikian, kunjungan langsung tersebut menunjukkan bahwa persoalan warga tidak selalu berhenti pada data administrasi. Sejumlah warga masih membutuhkan pendampingan untuk memperoleh layanan pemerintah yang sesuai dengan kondisi mereka.

Salah satu yang mendapat perhatian berada di Desa Melis. Sukiyo, suami Suparti, tengah mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya harus lebih banyak beristirahat di tempat tidur. Kendati telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut masih kesulitan mendapatkan pengobatan lebih lanjut di rumah sakit.

Kondisi tempat tinggal keluarga itu juga menjadi perhatian karena rumah yang dihuni dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Persoalan kesehatan dan hunian tersebut kemudian menjadi catatan yang perlu segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Bupati Mochamad Nur Arifin meminta Dinas Sosial PPPA untuk membantu menghubungkan warga dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Sementara persoalan rumah tidak layak huni diarahkan untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk kemungkinan pengusulan program perbaikan rumah.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lingjamsos) Dinas Sosial PPPA Kabupaten Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng, mengatakan kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

"Pak Bupati ingin melihat sendiri bagaimana kondisi masyarakat, bukan hanya berdasarkan data yang ada. Dengan turun langsung, kita bisa mengetahui kebutuhan warga secara lebih nyata," ujar Soelung.

Ia menjelaskan, pengecekan lapangan juga menjadi sarana untuk menguji kesesuaian data penerima dengan keadaan sebenarnya. Apabila ditemukan perbedaan maupun kebutuhan yang belum tercatat, pemerintah dapat segera melakukan koordinasi untuk memberikan penanganan.

"Data memang menjadi dasar, tetapi kondisi di lapangan harus kita pastikan. Kalau ada hal yang belum sesuai atau ada kebutuhan lain yang muncul, itu yang kemudian kita koordinasikan agar bisa dicarikan solusinya," katanya.

Dalam kunjungan kali ini, tiga warga berada di Desa Krandegan, dua warga di Desa Melis, dan dua lainnya di Desa Widoro. Menurut Soelung, pola pelayanan dengan mendatangi masyarakat secara langsung perlu terus dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang dihadapi warga.

"Semakin sering kita turun ke masyarakat, semakin kita memahami persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, pelayanan pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Soelung menambahkan, warga yang memiliki rumah dengan kondisi tidak layak akan dipertimbangkan untuk mendapatkan pengusulan bantuan perbaikan atau bedah rumah. Sedangkan warga yang mengalami kendala memperoleh layanan kesehatan akan dibantu agar dapat mengakses fasilitas kesehatan sesuai kebutuhannya.

"Kalau kondisi rumah memang membutuhkan pembenahan, akan kita dorong melalui pengusulan bedah rumah. Begitu juga untuk warga yang sakit dan masih kesulitan memperoleh layanan kesehatan, akan kita fasilitasi meskipun mereka sudah memiliki KIS," tandas Soelung.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.