14 September 2026

Get In Touch

Satu dari 3 Nelayan Hilang Ketika Perahu Hantam Kayu di Perairan Jembrana

Tim melakukan pencarian terhadap satu nelayan yang hilang di perairan Jembrana.
Tim melakukan pencarian terhadap satu nelayan yang hilang di perairan Jembrana.

JEMBRANA (Lentera) - Tiga nelayan mengalami kecelakaan di kawasan perairan Pulukan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Kamis (10/9/2026). Jukung fiber berlambung “Rahayu” yang mereka tumpangi hancur setelah menabrak sebatang kayu besar.

Dari tiga nelayan yang berada di atas perahu, dua orang berhasil diselamatkan oleh nelayan lain, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang. 

Nelayan yang hilang diketahui bernama I Gusti Putu Sugiarta (38) asal Desa Cupel. Korban sempat berpegangan menggunakan serpihan jukung, tetapi terlepas akibat dihantam ombak.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengonfirmasi pencarian terhadap korban oleh tim SAR gabungan masih dilakukan.

Insiden tersebut bermula saat perahu melaut di kawasan perairan Pulukan. Di tengah pelayaran, perahu mendadak menghantam balok kayu hingga pecah dan karam. Ketiga korban merupakan warga Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Dua nelayan yang berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian yakni Samsul Hadi (36) dan Neri Mutakin (28). Namun, satu nelayan lainnya bernama I Gusti Putu Sugiarta (38) terseret arus laut dan hingga kini masih dalam pencarian intensif. 

Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) hari pertama telah digelar dengan menyisir titik awal dilaporkannya korban hilang.

Dengan menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas, Tim SAR Gabungan diterjunkan untuk menerjang ganasnya gelombang ombak perairan selatan Jembrana.

"Pencarian hari pertama difokuskan dengan menyisir perairan Pulukan di titik lokasi perahu korban dilaporkan hancur. Namun hingga Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan," kata Dewa Putu Hendri Gunawan melansir inews.

Operasi pencarian permukaan laut dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (11/9/2026) pagi. Pasalnya kondisi jarak pandang dan pencahayaan yang makin terbatas menjelang malam. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.