11 September 2026

Get In Touch

APBN Sasar 600 Bedah Rumah di Malang, Janda Kurang Mampu jadi Prioritas

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, Jumat (11/9/2026). (foto: Prokopim Kab. Malang)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, Jumat (11/9/2026). (foto: Prokopim Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Janda kurang mampu menjadi salah satu sasaran prioritas dalam program bedah rumah yang menyasar 600 titik di Kabupaten Malang. Tahun ini, dengan dukungan APBN, program tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi hunian, tetapi juga memperkuat kesejahteraan perempuan dan keluarga.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, saat menyambut kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026) pagi.

"Kami memberikan pelatihan agar ibu-ibu di desa lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada suami. Bahkan tahun ini, melalui dukungan APBN, kami menyasar bantuan bedah rumah di 600 titik yang diprioritaskan bagi para janda kurang mampu," ujar Budiar.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian keluarga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong berbagai program pelatihan dan pemberdayaan agar perempuan, khususnya ibu-ibu di desa, memiliki keterampilan serta peluang untuk memperoleh penghasilan.

"Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan," katanya.

Di Desa Kalisongo sendiri, pemberdayaan perempuan diwujudkan melalui implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program tersebut dikembangkan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya beauty class atau pelatihan tata rias serta pelatihan menjahit.

Kedua pelatihan itu diarahkan agar tidak sekadar menjadi kegiatan pengisi waktu luang. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan maupun usaha kelompok yang mampu menghasilkan pendapatan.

Pemberdayaan ekonomi tersebut juga dibarengi dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan serta anak. Pemerintah Desa Kalisongo bersama Kementerian PPPA tengah merencanakan pengembangan Rest Area yang nantinya terintegrasi dengan kegiatan khusus bagi ibu dan anak.

Ruang tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari RBI yang menyatukan berbagai layanan dan program pemerintah di tingkat desa. Dengan begitu, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan ekonomi keluarga dapat berjalan secara terpadu.

Dalam kunjungan tersebut, Budiar juga menyoroti perlindungan anak dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Pemkab Malang, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan pengawasan terhadap akurasi data usia calon pekerja migran untuk memastikan tidak ada anak yang menjadi korban pelanggaran perlindungan akibat persoalan administrasi maupun ketidaktepatan data.

Budiar juga menekankan, kunjungan Menteri PPPA ke Desa Kalisongo menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mempercepat terwujudnya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kabupaten Malang. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.