SURABAYA (Lentera) -Empat gunung di Jawa Timur (Jatim) masih dikepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah titik api terpantau masih menyala, menyebabkan kepulan asap yang berdampak bagi warga.
Meskipun hujan sempat turun, hal itu tidak serta merta memadamkan karhutla. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi lahan yang kering serta hembusan angin yang kencang.
Gunung Bromo terbakar 200 hektar, petugas tidak menemukan titik api
Sejak kebakaran kembali melanda kawasan Gunung Bromo lima hari lalu, kini area yang sudah terdampak mencapai 200 hektar dan menyebar ke wilayah Watu Gede dan Jemplang.
“Berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan oleh Tim Gabungan, tidak ditemukan titik api secara visual. Namun, masih terlihat kepulan asap,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto.
Sementara tim darat juga melakukan penyisiran di wilayah yang masih terpantau titik api dan kepulan asap, sekaligus melakukan pemadaman menggunakan jet shooter.
“BPBD Jatim Mengerahkan Drone Water Spray guna percepatan pemadaman kebakaran di wilayah Gunung Bromo dan kondisi saat ini cuaca berkabut tebal,” jelasnya.
Kebakaran di Gunung Semeru, Api masih menyala di Blok Metigi
Kawasan Gunung Semeru kembali terbakar sejak Sabtu (12/9/2026). Namun, BPBD belum mencatat luasan area yang terdampak.
Sementara api menjalar ke empat titik, yaitu di Blok Po’o Desa Argosari, pos pendakian 2 menuju Pos 3, Blok Tanggul Asih, dan Metigi Renteng.
Pemadaman lewat udara melalui helikopter waterbombing belum dikerahkan.
“Api masih menyala di Blok Metigi Renteng Desa Argosari. Tim gabungan melakukan pemadaman manual menggunakan gepyok,” jelasnya.
Hujan Ringan Sempat Guyur Argopuro
Kawasan Gunung Argopuro terbakar sejak Sabtu (12/9/2026) dan sudah melalap 488 hektare lahan. Tim gabungan melakukan pemantauan di Gunung Gilap karena lokasi titik api berada di lereng pegunungan yang tidak bisa dijangkau. Kondisi saat ini Gunung Argopuro tertutup kabut. Baca juga: Kebakaran Gunung Buthak Mulai Mengarah ke Kawinajang
“Pada saat pelaksanaan penyisiran, wilayah Gunung Argopuro sempat diguyur hujan di sekitar kawasan Hutan Lumut. Masih terdapat sisa api di beberapa lokasi,” bebernya, melansir Kompas (Selasa, 15/9/2026)
Area kawasan ini termasuk rentan dengan vegetasi yang terbakar berupa cemara gunung dan semak belukar.
Sejumlah pohon tumbang akibat terbakar, dan sebagian masih mengeluarkan asap.
“Namun kendalanya medan yang terjal menyebabkan tim jalur darat tidak dapat melaksanakan penanganan pemadaman,” ungkapnya.
Water Bombing Tidak Dapat Dilakukan di Gunung Buthak-Kawinajang
Pada Minggu (13/9/2026), helikopter PK-DAP milik BPBD Jatim mengamati adanya kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Savana Gunung Kawinajang berdekatan dengan Gunung Buthak.
Total area yang terdampak sejauh ini sebesar 800 hektar. Titik api masih berada di wilayah Savana Gunung Buthak, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan sisi Selatan Gunung Kawinajang.
“Petugas gabungan melakukan pemadaman di lereng Gunung Kawinajang tapi water bombing tidak dapat dilaksanakan pada siang hingga sore hari ini karena kondisi angin kencang dan kepulan asap yang pekat, sehingga mengganggu jarak pandang serta keselamatan operasional penerbangan,” ujarnya (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
