18 September 2026

Get In Touch

26 Gempa Guncang Kabupaten Bandung dalam Sehari, BMKG Ungkap Penyebabnya

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda rangkaian aktivitas seismik yang terhitung cukup intensif pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi mengguncang wilayah tersebut sejak pag
Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda rangkaian aktivitas seismik yang terhitung cukup intensif pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi mengguncang wilayah tersebut sejak pag

BANDUNG (Lentera) -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (16/9/2026).

Rangkaian gempa tersebut berlangsung sejak pukul 06.10 WIB hingga sore hari.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Kesimpulan itu berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa.

"Laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Pangalengan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari 26 gempa yang tercatat, tiga di antaranya dirasakan masyarakat.

BMKG Catat 26 Gempa Sejak Pagi

Hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas seismik di Kabupaten Bandung berlangsung sejak pagi.

Gempa pertama tercatat pukul 06.10 WIB dengan magnitudo 1,8. Gempa berikutnya terjadi pukul 06.16 WIB dengan magnitudo 1,9 dan pukul 06.21 WIB dengan magnitudo 2,2.

Aktivitas kemudian berlanjut pukul 08.01 WIB dengan magnitudo 1,8 dan pukul 08.05 WIB dengan magnitudo 1,4. Pada pukul 08.11 WIB, gempa bermagnitudo 2,9 kembali terjadi.

Setelah itu, gempa tercatat pada pukul 08.18 WIB dengan magnitudo 1,7, pukul 08.48 WIB dengan magnitudo 2,4, dan pukul 09.05 WIB dengan magnitudo 1,6.

Gempa lainnya terjadi pukul 09.10 WIB dengan magnitudo 2,1 dan pukul 09.35 WIB dengan magnitudo 2,8.

Pada pukul 11.12 WIB, gempa bermagnitudo 3,1 tercatat sebagai salah satu gempa dengan kekuatan lebih besar dalam rangkaian tersebut.

Dua menit kemudian, gempa magnitudo 2,8 kembali terjadi.

Aktivitas gempa berlanjut pukul 12.21 WIB dengan magnitudo 2,2, pukul 13.30 WIB dengan magnitudo 2,3, pukul 14.30 WIB dengan magnitudo 2,2, dan pukul 14.37 WIB dengan magnitudo 2,0.

Gempa kembali tercatat pada pukul 15.50 WIB dengan magnitudo 1,8.

Hingga pukul 17.14 WIB, gempa magnitudo 2,6 masih tercatat di wilayah Kabupaten Bandung.

Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

BMKG menyebut rangkaian gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung termasuk gempa dangkal. Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif.

BMKG juga mencatat tiga gempa dirasakan masyarakat, terutama di wilayah Pangalengan. Intensitas getaran mencapai III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.

Meski demikian, hingga sore hari belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut.

Warga Diminta Tetap Tenang

Suaidi meminta masyarakat tidak panik menghadapi rentetan gempa yang terjadi. BMKG juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu, terpenting hindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi," ucapnya.

Rangkaian gempa tersebut terutama terjadi di sekitar Kecamatan Kertasari dan Kecamatan Pangalengan.

Hingga sore hari, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.