TRENGGALEK (Lentera) – Masyarakat yang ingin menyaksikan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 bisa menikmati pertunjukan secara gratis di area reguler. Namun, panitia juga menyediakan pilihan tempat duduk VIP dan VVIP dengan harga mulai Rp25.000.
FJTT 2026 digelar selama 7 hari, mulai 20 hingga 26 September 2026, di Alun-Alun Trenggalek. Pertunjukan jaranan dijadwalkan berlangsung pada malam hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto mengatakan pertunjukan malam dipilih, agar tidak mengganggu aktivitas sekolah para peserta, terutama kategori pelajar.
"Pelaksanaannya tanggal 20 sampai 26 September, dilaksanakan hanya pada malam hari. Tidak ada pertunjukan yang dilaksanakan pagi hari karena pagi hari juga banyak yang sekolah," kata Tony, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan informasi penyelenggara, tidak semua penonton harus membeli tiket untuk menyaksikan FJTT 2026. Pada hari pertama atau pembukaan, pertunjukan dapat disaksikan secara gratis. Hal yang sama berlaku pada hari ketujuh atau penutupan.
Sementara untuk hari kedua hingga hari keenam, panitia menyediakan tiga pilihan akses penonton, yakni reguler, VIP, dan VVIP.
Dengan demikian, masyarakat tetap bisa menikmati pertunjukan FJTT 2026 tanpa biaya melalui area reguler.
Tony menjelaskan, penyediaan kursi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kenyamanan penonton dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
"Kalau biasanya yang dulu-dulu itu kan terbuka, kemudian orang duduk di bawah. Saat ini disediakan kursi, minimal menambah kenyamanan bagi pengunjung," jelasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tempat duduk VIP atau VVIP, tiket dapat dipesan secara online melalui fjtt-events.id.
Sistem ticketing ini menjadi salah satu bagian dari penataan FJTT 2026. Menurut Tony, pengelolaan tiket juga melibatkan event organizer (EO) yang membantu penyelenggaraan festival.
Penerapan ticketing dilakukan seiring FJTT 2026 masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Kementerian Pariwisata turut melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
"Untuk ticketing ini diharapkan bisa mewujudkan penyelenggaraan event yang lebih tertib, memberikan kenyamanan kepada pengunjung dalam bentuk fasilitas, dan juga mempermudah panitia dalam mencatat kunjungan penonton," ujar Tony.
Seluruh pertunjukan FJTT 2026 dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Waktu pertunjukan dimulai sekitar pukul 19.00 atau selepas Isya.
Tony menyebut, pertunjukan diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 dan maksimal dapat selesai sekitar pukul 23.00.
Dengan berlangsung selama sepekan, masyarakat memiliki cukup banyak kesempatan untuk datang menyaksikan berbagai pertunjukan jaranan yang ditampilkan dalam FJTT 2026.
Tidak hanya pertunjukan jaranan, area FJTT 2026 juga menghadirkan sejumlah aktivitas lain yang dapat dinikmati pengunjung.
Pameran jaranan akan mengangkat informasi mengenai karakteristik, sejarah, serta perkembangan kesenian jaranan. Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi sarasehan dan sosialisasi.
Tony mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana literasi dan edukasi budaya bagi masyarakat.
"Ini diharapkan menjadi bagian dari literasi dan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap siswa-siswa sekolah juga bisa memanfaatkan momen ini untuk mengenali warisan budaya Kabupaten Trenggalek dan wilayah Mataraman pada umumnya," katanya.
FJTT 2026 sendiri merupakan penyelenggaraan Festival Jaranan Trenggalek ke-30, tahun ini festival tersebut juga masuk dalam KEN 2026 bersama event-event budaya dan pariwisata lainnya di Indonesia.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais




.jpg)
