GRESIK (Lentera)- Pada hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB 2026, Jumat (18/9/2026) mahasiswa baru Universitas Sunan Gresik dibekali wawasan oleh 4 narasumber dari berbagai bidang.
Salah satu materi disampaikan Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Wido Eko Wardiono, S.H., dengan tema Generasi Muda dan Masa Depan Industri Indonesia: Digitalisasi, Inovasi, Hilirisasi, dan Daya Saing Global.
Dalam materinya, Wido menyoroti perkembangan teknologi industri yang semakin cepat. "Teknologi seperti artificial intelligence, big data, cloud computing, Internet of Things hingga robot kolaboratif atau cobot disebut telah menjadi bagian dari perkembangan industri saat ini," katanya.
Materi tersebut juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Berdasarkan materi Kementerian Perindustrian yang disampaikan dalam PKKMB, pekerjaan yang berkembang pesat berkaitan dengan teknologi, antara lain AI dan machine learning, sustainability, serta business intelligence. Sementara sejumlah pekerjaan administratif diproyeksikan mengalami penurunan.
Selain digitalisasi dan inovasi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan pentingnya hilirisasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi era industri 4.0.
Pesan lain yang ditekankan adalah tiga bekal untuk menyongsong masa depan, yakni memiliki visi masa depan, terus belajar sepanjang hayat, serta menjadikan agama dan integritas moral sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi.
Materi berikutnya disampaikan Muhammad Rivandi Tsani Almesa, Analis Yunior Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, mengenai Cinta, Bangga, Paham atau CBP Rupiah.
Mahasiswa diajak memahami Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Konsep Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga Rupiah. Bangga Rupiah berarti memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan bangsa. Sementara Paham Rupiah diwujudkan dengan menggunakan Rupiah secara bijak, termasuk dalam berbelanja dan bertransaksi.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan cara mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode dilihat, diraba, dan diterawang.
Bank Indonesia juga menekankan pentingnya memperlakukan Rupiah dengan baik, seperti tidak melipat, mencoret, meremas, menstapler, maupun membasahi uang kertas.
Sementara itu, materi mengenai Meneguhkan Integritas Mahasiswa: Etika Akademik dan Budaya Antikorupsi disampaikan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan RI, Prof. (HC-UNISSULA) Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum.
Dalam paparan secara daring, mahasiswa diajak memahami pentingnya integritas sejak berada di lingkungan akademik.
Rangkaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi Pengenalan Manajerial dan Kepemimpinan Mahasiswa yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.
Editor:Widyawati,rls





.jpg)
