20 September 2026

Get In Touch

Gerakan MBG di Alun-Alun Trenggalek, Ajak Warga Baca Buku Gratis

Warga membaca buku di lapak “Membaca Buku Gratis” (MBG) yang digelar di Alun-Alun Trenggalek. Kegiatan ini menyediakan beragam bacaan, mulai novel, cerpen, puisi, buku pengembangan diri, hingga buku anak secara gratis bagi masyarakat.
Warga membaca buku di lapak “Membaca Buku Gratis” (MBG) yang digelar di Alun-Alun Trenggalek. Kegiatan ini menyediakan beragam bacaan, mulai novel, cerpen, puisi, buku pengembangan diri, hingga buku anak secara gratis bagi masyarakat.

TRENGGALEK (Lentera) – Gerakan membaca buku gratis (MBG) mulai hadir di tengah masyarakat Kabupaten Trenggalek, kegiatan yang digagas dua perempuan muda, Syifa Aulia Mahadevi (26) dan Melinda Dwi Saputri (27) tersebut mengajak warga memanfaatkan waktu luang dengan membaca berbagai koleksi buku secara gratis.

Lapak MBG itu digelar di kawasan Alun-Alun Trenggalek, pengunjung dapat datang memilih buku yang tersedia, kemudian membacanya di lokasi tanpa dipungut biaya.

Syifa menjelaskan, kegiatan tersebut mulai berjalan sekitar sebulan terakhir. Ide tersebut berawal dari keinginan keduanya untuk ikut meningkatkan literasi, sekaligus menyediakan ruang alternatif bagi masyarakat yang ingin membaca.

"Untuk kegiatan membaca buku gratis ini kita mulai dari sekitar bulan lalu. Awalnya kita ingin meningkatkan literasi dan membantu, memfasilitasi juga, serta mengisi waktu luang saya bersama teman saya," ujar Syifa, Minggu (20/9/2026).

Syifa merupakan lulusan S1 dan S2 Manajemen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sementara rekannya, Melinda Dwi Saputri merupakan lulusan S1 Sastra Jerman Unesa.

Menurut Syifa, gagasan membuka lapak baca sebenarnya telah dibicarakan bersama Melinda sejak cukup lama. Namun, rencana tersebut baru dapat direalisasikan setelah keduanya memiliki waktu yang memungkinkan untuk menjalankan kegiatan secara langsung.

"Sebenarnya kita sudah pernah membicarakan ini sejak cukup lama, cuma belum ada waktu bersama untuk memulai kegiatan ini. Kemudian sekitar bulan lalu kita memberanikan diri untuk membuka lapak baca buku gratis ini," katanya.

Keberadaan lapak tersebut, juga dilatarbelakangi keresahan terhadap minat baca masyarakat. Mereka berharap, kegiatan sederhana yang dilakukan di ruang publik tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan buku.

"Karena seperti yang kita tahu, literasi di Indonesia, di Trenggalek khususnya, juga mungkin cukup kurang. Jadi, dimulai dari keresahan itu kita memberanikan diri untuk membuka lapak baca buku gratis ini," jelas Syifa.

Koleksi yang disediakan pun cukup beragam, saat ini terdapat sekitar 50 buku yang dapat dibaca pengunjung. Buku-buku tersebut tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi juga tersedia bacaan untuk anak-anak.

"Ini ada buku cerpen, puisi, novel, self development, terus juga ada buku anak-anak," ungkapnya.

Menariknya, kegiatan tersebut menggunakan slogan "MBG" yang merupakan singkatan dari "Membaca Buku Gratis". Pemilihan istilah tersebut bukan tanpa alasan. Syifa menyebut penggunaan istilah MBG diharapkan lebih mudah dikenal masyarakat karena sudah cukup familiar di ruang publik.

"Iya. Awalnya itu karena saya melihat ada di FYP orang yang juga membuka lapak buku gratis seperti ini. Saya rasa penggunaan kata MBG atau membaca buku gratis ini menarik untuk orang-orang karena cukup familiar juga secara luas. Jadi, akhirnya MBG ini kita gunakan sebagai slogan membaca buku gratis di lapak kita," tuturnya.

Ke depan, kegiatan tersebut direncanakan tidak hanya berlangsung sekali. Syifa dan Melinda berencana, membuka lapak membaca secara rutin setiap dua minggu sekali.

Waktu pelaksanaannya direncanakan pada Minggu sore, dengan lokasi tetap di kawasan Alun-Alun Trenggalek. Kegiatan akan berlangsung hingga menjelang malam atau setelah waktu Magrib.

"Kalau rencananya kita buka dua minggu sekali di hari Minggu sore," kata Syifa.

Melalui kegiatan tersebut, keduanya berharap, masyarakat terutama anak-anak dan generasi muda di Trenggalek, semakin tertarik menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.

"Harapannya yang pasti literasi atau minat baca dari warga ataupun anak-anak khususnya di daerah Trenggalek ini semakin meningkat," ujarnya.

Tidak berhenti pada aktivitas membaca, Syifa juga memiliki rencana, mengembangkan kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta buku. Salah satu gagasan yang ingin diwujudkan adalah menggelar kegiatan semacam book party, yakni berkumpul bersama sambil membaca dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan buku.

"Kita ingin nanti ke depannya ada semacam book party. Kayak ada teman-teman berkumpul terus membaca buku bersama, terus kegiatan bersama tentang membaca buku seperti itu," imbuhnya.

Masyarakat yang ingin ikut mendukung gerakan tersebut, juga memiliki kesempatan untuk menyumbangkan buku. Donasi buku dapat disalurkan dengan menghubungi akun Instagram @ceritabacaku.

"Untuk donasi buku kita membuka. Untuk donasi bisa menghubungi sosial media kita di @ceritabacaku di Instagram. Bisa DM di sana," pungkas Syifa.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.