22 September 2026

Get In Touch

Singapura Sukses Jual Barang Sitaan Kasus Money Laundry, Raup Rp 15 M

Ilustrasi tas mewah (Shutterstock)
Ilustrasi tas mewah (Shutterstock)

SINGAPURA (Lentera) -Singapura meraup lebih dari 1,1 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 15 miliar dari lelang 337 tas dan aksesori yang disita dalam kasus pencucian uang (money laundry).

Lelang yang digelar oleh rumah lelang Hotlotz itu berakhir pada Minggu (20/9/2026) malam.

Salah satu barang yang paling mencuri perhatian adalah tas Louis Vuitton x Yayoi Kusama berbentuk labu, menurut laporan South China Morning Post.

Tas kulit bermotif monogram berwarna kuning tersebut terjual 87.000 dollar Singapura atau Rp 1,2 miliar setelah terjadi persaingan sengit selama sekitar 30 menit. Sebanyak 42 tawaran masuk pada menit-menit terakhir sebelum harga akhirnya ditetapkan.

Tas edisi terbatas itu merupakan hasil kolaborasi Louis Vuitton dengan seniman Jepang Yayoi Kusama, yang baru-baru ini meninggal dunia pada usia 97 tahun. 

Selain tas Louis Vuitton x Yayoi Kusama, sejumlah barang lain juga menarik persaingan dari para penawar.

Hotlotz menerapkan biaya tambahan pembeli sebesar 20 persen di atas harga penutupan lelang. Biaya tersebut sudah mencakup pajak barang dan jasa Singapura, yang dapat dibebaskan bagi pembeli dari luar negeri.

Hotlotz juga menerapkan mekanisme perpanjangan waktu pada menit-menit terakhir. Jika ada tawaran yang masuk dalam lima menit terakhir sebelum sebuah barang ditutup, waktu lelang barang tersebut diperpanjang lima menit.

Perpanjangan akan terus dilakukan sampai tidak ada tawaran baru selama lima menit penuh. Mekanisme ini membuat penutupan seluruh barang dalam sebuah lelang biasanya berlangsung beberapa jam setelah waktu yang telah dijadwalkan.

Lelang yang berakhir pada Minggu tersebut merupakan bagian dari rangkaian 15 lelang online untuk menjual aset yang disita dalam kasus pencucian uang senilai 3 miliar dollar Singapura (sekitar Rp 41 triliun).

Seluruh rangkaian lelang dijadwalkan berlangsung mulai September 2026 hingga Mei 2027.

Aset-aset yang terkait dengan kasus tersebut diserahkan polisi Singapura kepada perusahaan audit Deloitte untuk dilikuidasi pada Agustus 2025.

Hasil penjualan aset akan disetorkan ke Consolidated Fund atau dana konsolidasi pemerintah Singapura. Dana tersebut menjadi tempat penerimaan pendapatan pemerintah dan digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.