22 September 2026

Get In Touch

Sidak Pembangunan Jembatan Candinegoro, Wabup Sidoarjo: Harus Tuntas Sebelum Musim Hujan

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Candinegoro di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Senin (21/9/2026).
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Candinegoro di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Senin (21/9/2026).

SIDOARJO (Lentera) -Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan jembatan di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, pada Senin (21/9/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target. Harus tuntas sebelum memasuki musim hujan.

Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik menemukan progres pembangunan masih jauh dari target. Pekerjaan yang seharusnya telah mencapai 45 persen ternyata baru terealisasi sekitar 17 persen. Terjadi deviasi keterlambatan 28 persen.

Wabup Mimik menyatakan kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari kontraktor. Terlebih, pembangunan jembatan berkaitan dengan kelancaran lalu lintas masyarakat di wilayah tersebut. 

“Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal, ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan,” ujarnya. 

Wabup Mimik meminta kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan dengan menambah jumlah tenaga kerja. Tenaga kerja yang berada di lokasi saat disidak hanya sekitar 10 orang. Itu tidak cukup. Harus lembur dan harus segera selesai sesuai target pekerjaannya. 

"Kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya. Selain progres pekerjaan, Wabup Mimik juga menemukan persoalan pada material yang digunakan dalam pembangunan. Salah satunya berkaitan dengan besi pada bagian pancang yang disebutnya tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Menurut dia, material yang tidak sesuai spesifikasi harus segera diganti agar pekerjaan memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan. “Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya. Harus disesuaikan,” jelasnya.

Anggaran pembangunan Jembatan Candinegoro sekitar Rp1,46 miliar. Wabup Mimik meminta kontraktor tidak mengabaikan standar spesifikasi teknis maupun target waktu yang telah ditetapkan. Dia mengingatkan adanya konsekuensi terhadap kontraktor apabila pekerjaan tidak segera diperbaiki dan dipercepat sesuai ketentuan. 

Wabup Mimik berharap percepatan pengerjaan segera dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi. Hal tersebut penting agar jembatan selesai sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Candinegoro dan sekitarnya. 

Reporter: Teguh|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.