30 September 2026

Get In Touch

Pemkot dan Baznas Surabaya Berikan Beasiswa S1 RPL untuk 205 Guru PAUD

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati.

SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 205 guru PAUD di Surabaya mendapat kesempatan menempuh pendidikan S1, melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program beasiswa yang didukung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Baznas Kota Surabaya itu, memungkinkan pengalaman mengajar para guru dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 guru mengikuti program RPL di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), sedangkan 54 lainnya menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus kompetensi guru PAUD.

Dijelaskannya, guru yang memenuhi persyaratan tidak harus mengikuti perkuliahan reguler selama empat tahun. Pengalaman mengajar minimal dua tahun dapat dikonversi menjadi SKS melalui mekanisme RPL.

“Pengalaman mengajar mereka dikonversi setara empat semester atau dua tahun. Jadi, mereka tidak perlu menempuh empat tahun untuk meraih gelar sarjana, melainkan cukup dua tahun saja karena pengalamannya sudah diakui dalam sistem RPL,” kata Febrina, Senin (28/9/2026).

Kerja sama terbaru dilakukan Pemkot Surabaya bersama Baznas Kota Surabaya dan UMSURA, melalui penandatanganan komitmen kerja sama. Dalam program tersebut, 54 Bunda PAUD menjadi penerima beasiswa RPL.

Sebelumnya, program serupa telah dijalankan bersama UNUSA dengan jumlah penerima mencapai 151 Bunda PAUD.

“Sebelumnya sudah berjalan di UNUSA, dan hari ini dengan UM Surabaya. Lewat dukungan Baznas, kami menyekolahkan guru PAUD di dua universitas tersebut. Di UNUSA ada sekitar 151 orang, sedangkan di UMSURA ada 54 orang,” jelasnya.

Untuk pembiayaan, Baznas Kota Surabaya mengalokasikan sekitar Rp1,51 miliar untuk program RPL di UNUSA dan Rp540 juta untuk UMSURA.

“Dalam hal ini, Baznas mendukung penuh pembiayaannya. Sedangkan kami menyeleksi guru-guru yang pengalamannya memang sudah memenuhi syarat untuk dikonversi menjadi dua tahun studi,” tutur Febrina.

Selain memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, para penerima beasiswa juga memiliki komitmen untuk tetap mengajar di lembaga asal setelah menyelesaikan studinya.

“Jangan sampai setelah lulus dari program beasiswa ini mereka berpindah tempat mengajar. Hal ini sudah menjadi bagian dari komitmen awal yang disepakati,” tuturnya.

Febrina berharap, program tersebut dapat membantu Pemkot Surabaya mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru PAUD. Dengan pendidikan yang lebih baik, guru diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini.

“Kami berupaya menuntaskan kualifikasi guru PAUD agar benar-benar memiliki kompetensi sarjana penuh. Harapannya, mereka dapat mengasuh dan mendidik anak usia dini secara tepat, sesuai teori akademis maupun praktik lapangan yang telah ditempuh,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.