Hadiri Tasyakuran 4 Dasawarsa Ponpes Al Ishlah, Pak Yes: Pemkab Perkuat Lamongan Nyantri
LAMONGAN (Lentera) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan Lamongan memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat. Saat ini, lebih dari 66.000 santri menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Lamongan dan diperkuat dengan program Lamongan Nyantri.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus berupaya mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi berbagai pihak, termasuk salah satunya lembaga pendidikan pesantren. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Tasyakuran 4 Dasawarsa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Sendangagung, Paciran pada Minggu (27/9/2026).
Bupati yang akrab dengan panggilan Pak Yes ini menandaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman. "Dimana dalam konteks ini pesantren memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki nilai dan karakter yang kuat," katanya.
Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, serta ribuan alumni dan wali santrii ini, Pak Yes mengatakan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan juga terus hadir di Kabupaten Lamongan.
Pak Yes menyampaikan, berbagai agenda prioritas Presiden di bidang pendidikan telah diwujudkan melalui revitalisasi terhadap 182 lembaga pendidikan, mulai dari kelompok belajar hingga jenjang SMP. Selain itu, sebanyak 1.272 Interactive Flat Panel (IFP) juga telah dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran di berbagai satuan pendidikan di Lamongan.
“Terima kasih Pak Menteri atas perhatian dan dukungan tersebut. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Komitmen terhadap peningkatan akses pendidikan ini, di Kabupaten Lamongan juga diwujudkan melalui program beasiswa. Setiap tahun, lebih dari 7.500 anak mendapatkan beasiswa pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, termasuk peserta didik di lingkungan madrasah seperti MI, MTs, dan MA.
Pak Yes menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Lamongan untuk meraih cita-cita dan melanjutkan pendidikan.
“Pesannya sederhana, jangan sampai keterbatasan ekonomi memutus cita-cita seorang anak sehingga tidak bisa sekolah. Untuk itu, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,” imbuhnya.
Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa pada tahun 2025, dari 16.000, 167 sekolah yang mendapatkan revitalisasi, 23%-nya adalah swasta. "Pak Bupati, tolong juga perhatikan untuk swasta ini. Karena boleh menurut peraturan, pemerintah daerah itu dapat mengalokasikan dana untuk membantu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat,"katanya.
Mendikdasmen juga mengatakan ketika didiberi amanah sebagai Mendikdasmen kemudian ia menyelenggarakan program revitalisasi yang merupakan program prioritas Pak Presiden, yang mendapatkan bantuan tidak hanya sekolah-sekolah negeri, sekolah swasta pun kita berikan bantuan. "Karena swasta adalah bagian dari Indonesia, bagian dari kekuatan yang membuat kita bisa berbuat lebih banyak lagi," katanya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
