03 October 2026

Get In Touch

Kemenag Ajak Pesantren dan Pramuka Berklaborasi Membentuk Karakter Bangsa

Menag sapa peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Menag sapa peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).

MALANG (Lentera) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengharapkan pesantren dan gerakan pramuka bersinergi kerena memiliki misi yang sama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang kuat. Keduanya sama-sama mengajarkan kemandirian, pembentukan karakter, akhlak, serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Menag saat membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).

Menag berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan PPSN, tetapi terus dikembangkan di berbagai pesantren di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi pesantren dan Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menyiapkan generasi yang memiliki fondasi intelektual sekaligus spiritual.

“Saya berharap ke depan kolaborasi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan karakter-karakter bangsa yang bisa menjadi ahli waris intelektual spiritual bangsanya sendiri,” katanya.

Menurut Menag, nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan memiliki banyak titik temu dengan pendidikan yang diterapkan di pesantren. Pramuka, kata Menag, tidak hanya mengajarkan keterampilan kepanduan, tetapi juga membentuk pribadi yang mandiri dan berkarakter.

“Pramuka mengajarkan kemandirian, di pesantren juga ada kemandirian. Pramuka mengajarkan karakter, di pesantren juga ada pendidikan karakter yang sangat luar biasa,” ujar Menag.

Pesantren juga mengajarkan akhlak, kehidupan bermasyarakat, dan kemampuan bersosialisasi. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan misi kepramukaan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter dan kepedulian sosial.

Saka Amal Bakti, Wadah Gerakan Pramuka Pelajar Binaan Kementerian Agama. “Dengan demikian, sinergi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan insan kamil Indonesia,” lanjutnya.

Menag menekankan bahwa generasi yang memiliki karakter kuat dan fondasi intelektual serta spiritual dibutuhkan agar Indonesia mampu memainkan peran lebih besar dalam pergaulan internasional.

“Sehingga Indonesia nanti bisa bersaing, tidak hanya di level nasional namun juga bersaing di kancah hubungan internasional,” ungkap Menag. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.