03 October 2026

Get In Touch

Tren Fashion yang Dominasi London Fashion Week Spring/Summer 2027

Tren Fashion yang Dominasi London Fashion Week Spring/Summer 2027

SURABAYA ( LENTERA ) - London kembali menunjukkan karakter fashion yang sulit ditebak. Runway Spring/Summer 2027 tidak berjalan dalam satu estetika, melainkan mempertemukan gaya rock, romantis, tailoring, transparansi, hingga detail dekoratif yang dramatis.

Pekan mode London yang berlangsung pada September 2026 memperlihatkan bagaimana tren musim semi dan panas 2027 bergerak semakin eklektik. Ada busana dengan nuansa indie rock dan 90s, siluet yang lebih ramping, permainan bahan transparan, bahu terbuka, warna-warna pucat, hingga fringe yang memberikan gerakan pada busana.

British Vogue juga mencatat sejumlah kecenderungan kuat dari runway London, mulai dari celana thigh-tight yang melebar di bagian bawah, warna pink menyala, hingga sneakers yang kembali mendapat perhatian. Di sisi lain, street style memperlihatkan kecenderungan yang lebih personal, dengan perpaduan jeans, knitwear, tailoring, rok bermotif, dan outerwear berukuran besar. 

Indie rock bersiluet ramping

Nuansa indie rock menjadi salah satu karakter yang kuat di runway London.
Gaya ini tidak sekadar mengandalkan jaket kulit atau busana serba hitam. Siluetnya justru terlihat lebih ramping dan dekat dengan estetika rock era 1990-an hingga awal 2000-an.

Jaket moto, celana ketat yang melebar sedikit di bagian bawah, material kulit, dan styling yang terkesan tidak terlalu dipoles menjadi elemen penting.

Salah satu siluet yang mencuri perhatian adalah celana dengan potongan sangat ramping di bagian paha kemudian melebar mendekati pergelangan kaki. British Vogue mencatat bentuk tersebut muncul di beberapa runway SS27 dan memberikan efek berbeda ketika dikenakan karena membuat gerakan tubuh terlihat lebih tegas. 

Karakter ini juga menunjukkan bahwa tren skinny belum sepenuhnya hilang. Alih-alih kembali begitu saja pada skinny jeans klasik, runway London menawarkan versi yang lebih dramatis melalui potongan flared.

Untuk tampilan sehari-hari, karakter indie rock bisa diterjemahkan secara lebih sederhana melalui celana ramping, jaket kulit, kaus polos, dan sepatu berprofil rendah.

Pink menyala jadi perhatian

Jika sebelumnya warna netral dan palet gelap mendominasi banyak penampilan fashion, London SS27 justru memberikan ruang besar untuk warna yang lebih berani.

Pink menyala menjadi salah satu warna yang paling mudah dikenali dari runway musim ini.
British Vogue mencatat warna pink terang muncul berulang kali di sejumlah koleksi. Warna tersebut digunakan pada jaket, dress, setelan tailoring hingga keseluruhan tampilan. 

Menariknya, warna tersebut tidak selalu digunakan dengan cara feminin atau romantis.
Pink dapat dipadukan dengan warna kontras sehingga menghasilkan tampilan yang lebih eksperimental. Bahkan, kombinasi warna terang dengan siluet tailoring membuat warna tersebut terasa lebih modern dan tegas.
Tren ini sejalan dengan pengamatan Forbes terhadap London Fashion Week SS27 yang melihat permainan warna sebagai salah satu kekuatan musim tersebut. Palet runway bergerak dari warna pucat hingga warna yang lebih berani dan kombinasi yang tidak biasa.

Bagi gaya sehari-hari, tidak perlu mengenakan satu set pakaian berwarna pink terang. Satu elemen seperti jaket, rok, tas atau sepatu sudah cukup menjadi aksen.

Transparan dan lingerie tampil berani

Permainan transparansi kembali menjadi salah satu tema besar.
Namun, untuk SS27, material transparan tidak hanya digunakan sebagai lapisan tambahan yang samar. Beberapa runway justru membuatnya menjadi pusat perhatian.

Organza, lace dan bahan tipis digunakan untuk menciptakan efek berlapis. Tubuh dan pakaian dalam tidak selalu disembunyikan, tetapi menjadi bagian dari konstruksi busana.

Fashionista mencatat bahwa tren underwear as outerwear terlihat cukup luas di runway London. Bra dan elemen korset muncul sebagai bagian yang sengaja ditampilkan di atas atau di luar pakaian, sementara sejumlah koleksi menggunakan transparansi untuk memperlihatkan lapisan di baliknya. 

Glamour UK juga mencatat lace, corsetry dan sheer dressing sebagai beberapa kecenderungan kuat London Fashion Week SS27. 

Tren ini memberikan dua arah styling.
Pertama, tampilan berani dengan transparansi yang menjadi pusat perhatian. Kedua, versi yang lebih wearable melalui teknik layering.
Misalnya, atasan transparan dapat dikenakan di atas tank top atau inner sederhana. Dengan begitu, karakter sheer tetap muncul tanpa membuat keseluruhan outfit terlihat terlalu terbuka.

Bahu terbuka dan siluet feminin

Bahu menjadi salah satu bagian tubuh yang kembali mendapat perhatian.
Siluet off-shoulder memberikan kesan feminin tanpa harus bergantung pada rok atau dress yang sangat dekoratif.

Pada SS27, bahu terbuka hadir bersama berbagai pendekatan. Ada yang dibuat romantis dengan material lembut dan detail dekoratif, tetapi ada pula yang dipadukan dengan tailoring sehingga hasil akhirnya terasa lebih modern.

Tren tersebut menarik karena memperlihatkan pergeseran dari busana yang benar-benar membentuk tubuh menuju busana yang menonjolkan bagian tertentu.
Bahu menjadi titik fokus, sementara bagian lain dapat dibuat lebih sederhana.

Gaya seperti ini juga relatif mudah diterapkan dalam busana sehari-hari. Atasan off-shoulder dapat dipadukan dengan celana berpotongan lurus atau rok panjang agar proporsi keseluruhan tetap seimbang.
Untuk tampilan yang lebih kasual, siluet bahu terbuka dapat dipadukan dengan denim atau celana longgar.

Fringe pada busana

Fringe atau rumbai menjadi salah satu detail yang membuat runway London terasa lebih hidup.

Tidak seperti dekorasi yang hanya dilihat ketika seseorang berdiri diam, fringe bergerak mengikuti tubuh ketika model berjalan.
Efek tersebut membuat busana terlihat lebih dinamis.

Pada SS27, fringe hadir dalam berbagai karakter, mulai dari detail tipis dan halus hingga rumbai yang lebih panjang dan dramatis. Detail ini juga beririsan dengan kecenderungan bohemian yang sedang berkembang di runway.

Glamour UK memasukkan fringe sebagai salah satu tren utama London Fashion Week SS27, bersamaan dengan lace, corsetry, stocking yang lebih ekspresif, dan nuansa 1990-an. 

Fringe juga dapat memberikan efek berbeda tergantung lokasinya.

Jika ditempatkan pada bagian bawah rok, detail tersebut membuat kaki terlihat lebih dinamis ketika berjalan. Jika berada pada bagian lengan atau bahu, gerakannya menjadi lebih terasa saat tubuh bergerak.

Untuk penggunaan sehari-hari, fringe tidak harus hadir dalam bentuk dress penuh. Detail kecil pada rok, outerwear, atasan atau aksesori sudah cukup memberikan karakter.

Tailoring makin santai 

Di tengah tren yang eksperimental, London SS27 juga menunjukkan kecenderungan lain: tailoring menjadi lebih fleksibel.

Setelan tidak lagi selalu identik dengan potongan kaku dan formal. Celana dapat dibuat lebih santai, jaket dapat memiliki proporsi lebih longgar, dan elemen formal dapat dipadukan dengan pakaian kasual.
Forbes melihat modern tailoring sebagai salah satu tema penting dalam London Fashion Week SS27. Ada upaya mempertahankan struktur pakaian, tetapi dengan pendekatan yang lebih mudah dipakai dalam kehidupan sehari-hari. 

Kecenderungan tersebut juga terlihat dalam street style.
Who What Wear menemukan berbagai kombinasi antara tailoring, jeans, knitwear, rok, outerwear besar dan aksesori yang lebih ekspresif selama London Fashion Week. 

Artinya, gaya jalanan tidak sekadar meniru runway, tetapi mengolahnya menjadi tampilan yang lebih personal. 

Tailoring juga dapat dipakai untuk menyeimbangkan tren lain.
Misalnya, atasan transparan dapat dipadukan dengan blazer. Rok dengan fringe dapat dikenakan bersama kemeja berstruktur. Celana ramping bergaya rock dapat dipadukan dengan jaket tailoring.

Hasilnya adalah tampilan yang tetap eksperimental, tetapi tidak kehilangan struktur.

Menariknya, tren London SS27 tidak berhenti di atas runway.
Street style selama London Fashion Week memperlihatkan bagaimana fashion crowd menerjemahkan tren tersebut ke dalam pakaian sehari-hari.

Who What Wear mencatat sejumlah kecenderungan, termasuk penggunaan check, coat berukuran besar, denim kasual, rok bermotif, ruffle, hingga tights dengan warna lebih ekspresif.

British Vogue juga melihat dua kecenderungan yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, fashion crowd London tampil eksperimental dengan warna dan motif. Di sisi lain, muncul gaya yang lebih santai melalui jeans low-rise, camisole sederhana dan knitwear.(far,ist/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.