04 October 2026

Get In Touch

BPBD Kota Malang Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Kesiapsiagaan

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Dwi Hermawan Purnomo. (Santi/Lentera)
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Dwi Hermawan Purnomo. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengimbau, masyarakat mulai menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) di rumah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting, sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila bencana terjadi dan bantuan resmi belum tiba.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Dwi Hermawan Purnomo mengatakan bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan, untuk itu masyarakat dapat memanfaatkan tas yang sudah tidak digunakan di rumah untuk dijadikan Tas Siaga Bencana.

"Tas tersebut idealnya merupakan tas yang tahan air dan berisi kebutuhan dasar untuk bertahan dalam kondisi darurat. Perlengkapan yang disiapkan setidaknya dapat memenuhi kebutuhan selama 3X24 jam. Bisa digunakan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen penting, makanan, minuman, obat-obatan, baju, pakaian, perlengkapan higienitas, uang secukupnya," ujar Dwi, Sabtu (3/10/2026).

Dijelaskannya, dokumen penting maupun salinannya sebaiknya disimpan dalam satu tempat agar mudah ditemukan ketika kondisi darurat terjadi. Dengan itu, masyarakat tidak perlu kebingungan mencari berbagai kebutuhan ketika harus segera menyelamatkan diri.

Dwi juga mengimbau, agar Tas Siaga Bencana diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau, terutama di dekat pintu keluar rumah.

"Kalau seyogyanya, tas siaga itu diletakkan di dekat pintu keluar rumah, ketika berlari bisa sekalian diambil," katanya.

Meski demikian, Dwi menegaskan, penyiapan Tas Siaga Bencana bukan berarti masyarakat harus panik menghadapi potensi bencana. Sebaliknya, persiapan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

"Tidak ada hubungannya dengan kepanikan. Masyarakat kami imbau jangan panik. Bencana itu bisa datang tanpa peringatan, tetapi kepanikan bisa dicegah dengan persiapan," tegasnya.

BPBD Kota Malang, lanjut Dwi, telah menyelipkan imbauan mengenai Tas Siaga Bencana dalam berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi juga disampaikan melalui situs web dan media sosial, termasuk melalui kelurahan tangguh.

Ia berharap, masyarakat tidak menunggu hingga bencana terjadi untuk mulai mempersiapkan kebutuhan darurat. Tas tersebut dapat menjadi salah satu sumber kebutuhan dasar ketika masyarakat harus menghadapi kondisi darurat sebelum bantuan resmi tiba.

"Setidaknya kalau memang kita bisa menyelamatkan diri, kita menyelamatkan diri dulu kemudian kita bisa kembali ke rumah atau ke kantor untuk mengambil tas siaga tersebut," jelasnya.

Sementara itu, terkait potensi bencana yang perlu diwaspadai di Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir, Dwi menyebut, angin kencang dan kebakaran lahan sebagai kejadian yang sering terjadi.

Menjelang musim penghujan, BPBD juga mencatat, sejumlah wilayah mulai mengalami angin kencang disertai hujan, meskipun dengan intensitas yang masih kecil.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.