07 October 2026

Get In Touch

Polisi Temukan Tabung LPG 50 Kg di Dapur Ruko San Antonio, Penyebab Ledakan Masih Dianalisis

Penampakan tabung 50 kg yang berhasil diamankan polisi. (Amanah/Lentera)
Penampakan tabung 50 kg yang berhasil diamankan polisi. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera)- Polisi menemukan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram beserta instalasinya di area dapur ruko N1-62, Pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Temuan tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diperiksa untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10/2026) pagi.

Temuan itu diperoleh setelah tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polrestabes Surabaya, Si Ident (Seksi Identifikasi) Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident (Urusan Identifikasi) Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor (Bidang Laboratorium Forensik) Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Kasident Si Ident Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Soekris Trihartono mengatakan, barang bukti ditemukan di bagian belakang ruko yang difungsikan sebagai dapur di lantai satu.

"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas LPG volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain," kata Soekris usai olah TKP, Selasa (6/10/2026).

Selain tabung LPG, polisi menemukan selang atau hose instalasi LPG, beberapa kompor gas satu tungku, serta sebuah kipas angin. Seluruh barang tersebut masih diperiksa untuk mengetahui kaitannya dengan ledakan.

Ia menuturkan, olah TKP tidak hanya dilakukan di ruko yang diduga menjadi titik awal ledakan. Petugas juga memeriksa sejumlah ruko dan rumah hunian di sekitar lokasi yang terdampak.

"Kami temukan di ruko N1-62, di bagian belakang, dapur," tuturnya.

Meski menemukan sejumlah peralatan yang berkaitan dengan penggunaan LPG dan aktivitas memasak, polisi belum menyimpulkan penyebab ledakan. Termasuk dugaan ledakan dipicu api dari kompor, hal tersebut masih menunggu hasil analisis Bidlabfor Polda Jatim.

"Untuk saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim," tambahnya.

Ia menegaskan, polisi belum dapat memastikan apakah aktivitas memasak berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut. Kondisi TKP dan barang bukti yang ditemukan masih dianalisis untuk memastikan sumber api maupun pemicu ledakan.

"Belum, belum bisa kita simpulkan. Masih dalam analisa. Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim," tegasnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi salah satu dasar penyidik untuk menentukan penyebab ledakan di kawasan ruko San Antonio. Saat ini, polisi masih melanjutkan penyelidikan dan akan menyampaikan perkembangan setelah proses analisis selesai.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.