07 October 2026

Get In Touch

Pengawasan Diperketat, Bupati Subandi Pastikan Jalan Kebonagung - Kemasan Tepat Waktu

Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung kualitas pembesian proyek betonisasi Jalan Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, Selasa (6/10/2026).
Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung kualitas pembesian proyek betonisasi Jalan Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, Selasa (6/10/2026).

SIDOARJO (Lentera) — Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH., M.Kn. melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek peningkatan dan betonisasi Jalan Ruas Kebonagung – Kemasan, Kecamatan Krian, Selasa (6/10/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, sekaligus mengejar ketertinggalan progres yang masih tercatat sekitar 9 persen.

Proyek ini membentang sepanjang 1.050 meter dengan lebar 6 meter. Dalam kunjungannya, Bupati meninjau langsung kesiapan pekerjaan, mulai dari pemasangan pembesian hingga persiapan pengecoran beton.

Bupati Subandi menyampaikan, pekerjaan sebelumnya sempat terkendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di sepanjang jalur, yang turut memengaruhi laju pengerjaan. Oleh karena itu, ia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memperketat pengawasan dan segera mengomunikasikan setiap kendala yang berpotensi menimbulkan keterlambatan.

“Jika terjadi deviasi, harus segera diketahui akar masalahnya, apakah dari tenaga kerja atau material. PPK wajib melakukan pemantauan rutin. Setiap minggu progres dievaluasi, dicari solusinya agar tidak menumpuk,” tegasnya.

Pengawasan tidak boleh dilakukan hanya di akhir masa kontrak, melainkan berjalan terus-menerus sejak awal agar potensi keterlambatan dapat diantisipasi lebih dini.

Di lokasi, Bupati juga mengecek langsung kualitas pembesian yang digunakan — berupa besi ulir diameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai standar teknis. Ia menegaskan, seluruh data dan spesifikasi pekerjaan harus disusun secara terperinci, mulai dari jenis besi, jarak antar-besi, hingga mutu beton yang direncanakan.

“Spesifikasinya harus jelas dan terperinci. Dengan begitu, pelaksanaan di lapangan dapat dicocokkan langsung dengan Rencana Anggaran Biaya dan ketentuan teknis yang telah disepakati,” ujarnya.

Setelah pembesian dinyatakan memenuhi syarat, pengecoran beton segera dimulai. Bupati berharap dimulainya tahap ini dapat mempercepat penyelesaian sehingga deviasi 9 persen dapat dikejar sebelum batas waktu berakhir.

“Target penyelesaian 16 Desember 2026. Masih ada waktu sekitar dua bulan. Kuncinya ada pada keaktifan PPK di lapangan. Setiap kendala segera dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluarnya. Semoga jalan ini dapat tuntas tepat waktu dan dinikmati masyarakat Krian dengan baik,” pungkas Bupati Subandi.

 

Reporter: Teguh/Editor: Ais 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.