11 October 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya: Masyarakat Bisa Manfaatkan Layanan Dashboard Karhutla untuk Pertimbangan Aktivitas Luar Ruangan

Dashboard Karhutla bisa dimanfaatkan untuk pantau kondisi udara dan informasi seputar karhutla.
Dashboard Karhutla bisa dimanfaatkan untuk pantau kondisi udara dan informasi seputar karhutla.

PALANGKA RAYA (Lentera) -  Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, meminta masyarakat melihat layanan digital Dashboard Karhutla dari Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mengetahui kondisi kualitas udara dan jarak pandang sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Layanan digital Dashboard Karhutla dibuat Pemkot untuk memudahkan masyarakat memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara real time. 

"Masyarakat bisa memanfaatkan Dashboard Karhutla sebagai salah satu rujukan sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi kabut asap yang belum mereda," papar Arif, Sabtu (10/10/2026).

Ia menerangkan jika platform ini menyajikan sejumlah informasi penting, mulai dari sebaran titik panas atau hotspot, kualitas udara, hingga jarak pandang.

Data yang ditampilkan mencakup kondisi di Kota Palangka Raya maupun wilayah Kalimantan Tengah lainnya. Pada fitur pemantauan hotspot, dashboard menampilkan sebaran titik panas berdasarkan hasil deteksi satelit. 

"Masyarakat juga perlu memahami bahwa data hotspot yang ditampilkan dalam dashboard merupakan hasil deteksi anomali panas melalui satelit, sehingga kemunculan titik panas belum tentu menunjukkan adanya kebakaran yang telah terverifikasi," tuturnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit benar-benar merupakan kejadian kebakaran. Data dari dashboard menjadi informasi awal bagi petugas dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Selain itu, Dashboard Karhutla juga memberikan gambaran mengenai dampak karhutla terhadap kondisi lingkungan, khususnya kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan data yang pernah ditampilkan, kualitas udara Palangka Raya sempat berada pada kategori berbahaya pada September 2026, sementara jarak pandang pada periode tertentu turun hingga berkisar 300 sampai 500 meter.

"Melalui layanan Dashboard Karhutla bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta mengikuti imbauan resmi pemerintah," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.