12 October 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya Minta Pemkot Perhatikan Kondisi Pedagang Kecil Terdampak Kabut Asap

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah

PALANGKA RAYA (Lentera) - Kabut Asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) mulai berdampak pada anjloknya pendapatan para pedagang di Pasar Blauran, Kota Palangka Raya.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah setelah menerima laporan dari pedagang yang mengatakan aktivitas jual beli di Pasar Blauran menurun drastis, karena masyarakat enggan keluar rumah untuk menghindari kabut asap.

Kondisi ini tentu saja membuat omzet pedagang tertekan, bahkan bisa menggangu perputaran modal usaha mereka.

"Kami berharap kondisi ini mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot), dan segera mengambil langkah konkret guna membantu pedagang bertahan sekaligus memulihkan Pasar Blauran agar kembali ramai seperti sebelum kabut asap," papar Rusdiansyah, Minggu (12/10/2026).

Menurutnya, dengan menurunnya jumlah pembeli akan sangat dirasakan terutama oleh kelompok rentan, yaitu pedagang kecil.

Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka kemampuan pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyediakan kembali modal untuk berdagang dapat terganggu.

"Kami menyarankan Pemkot Palangka Raya untuk mempertimbangkan bantuan modal usaha bagi pedagang terdampak. Dukungan ini penting sehingga para pedagang tetap bisa menjalankan usaha meskipun pendapatan sedang menurun," ungkapnya.

Rusdiansyah menambahkan, selain bantuan modal, ia mengimbau pedagang agar memanfaatkan aplikasi digital untuk memperluas jangkauan penjualan. 

Promosi bisa dilakukan melalui media sosial, aplikasi pesan, dan platform perdagangan daring dapat menjadi alternatif untuk menjangkau konsumen yang sedang mengurangi aktivitas di luar rumah.

Ia berpendapat, dengan memanfaatkan pemasaran digital, dapat membantu pedagang tetap menawarkan barang kepada konsumen, tanpa perlu datang langsung ke lapak. Namun pedagang tetap perlu mendapat pendampingan agar pemanfaatan teknologi bisa berjalan secara efektif.

"Dampak kabut asap terhadap ekonomi tidak boleh diabaikan, para pedagang kecil perlu didukung bantuan modal, promosi pasar, dan pemanfaatan pemasaran digital agar dapat bertahan di tengah tekanan akibat karhutla," pungkasnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.