13 October 2026

Get In Touch

Pimpinan DPRD Jatim Raih Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya di HUT ke-81

Jajaran Pimpinan DPRD Jatim bersama Para Penerima Anugrah Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dalam Rangkaian HUT ke-81 Jatim
Jajaran Pimpinan DPRD Jatim bersama Para Penerima Anugrah Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dalam Rangkaian HUT ke-81 Jatim

SURABAYA (Lentera) – Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. 

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan pengabdian di berbagai bidang, mulai dari pengawalan program pemerintah, pelaksanaan fungsi legislatif, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi.

Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, S.Sos., menerima Lencana Emas dengan latar pengabdian konsistensi merealisasikan janji politik dan program.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa amanat rakyat harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Apa yang kami perjuangkan di DPRD harus dapat dikawal menjadi program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Deni, Senin (12/10/2026).

Pria yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiganya menjadi instrumen penting untuk memastikan kebijakan yang dibentuk, anggaran yang dialokasikan, serta program yang dijalankan sesuai kebutuhan masyarakat.

“DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiganya harus dijalankan secara optimal agar kebijakan dan program yang diperjuangkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Deni menambahkan, pengawalan aspirasi dilakukan melalui pertemuan langsung dengan konstituen untuk memahami persoalan dan kebutuhan masyarakat. Aspirasi tersebut selanjutnya diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan kebijakan dan anggaran di DPRD agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Kami sering turun langsung menemui konstituen untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan itulah yang kemudian kami kawal melalui mekanisme di DPRD, sehingga program yang diperjuangkan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain menekankan tanggung jawab wakil rakyat, Deni mengingatkan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik. Menurutnya, keputusan politik berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga anak muda perlu mencermati rekam jejak dan kontribusi para wakil rakyat.

“Generasi muda jangan apatis terhadap politik. Anak muda harus lebih jeli melihat siapa yang benar-benar bekerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Jangan acuh terhadap kondisi di sekitar, karena keputusan politik turut menentukan arah pembangunan dan kehidupan kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sri Untari Bisowarno yang juga menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya atas kiprahnya selama tiga dekade dalam gerakan koperasi, khususnya koperasi wanita. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap konsistensinya memperjuangkan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.

Perjuangan Sri Untari di bidang koperasi salah satunya terlihat melalui Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Malang. Koperasi tersebut mengembangkan pemberdayaan perempuan melalui sistem tanggung renteng yang menekankan tanggung jawab bersama di antara para anggota.

Sri Untari mengaku tidak menyangka terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut. Ia menyebut proses penilaian melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Koperasi, tokoh koperasi, hingga unsur legislatif.

“Bagi saya, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan panjang dalam menggerakkan koperasi, terutama koperasi wanita,” terang Sri Untari.

Perempuan yang pernah menjabat Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut menegaskan, penghargaan itu tidak membuat perjuangannya berhenti. Ia justru menjadikannya sebagai dorongan untuk terus mencari solusi bagi persoalan masyarakat dan memperkuat koperasi sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk semakin bersungguh-sungguh bekerja untuk rakyat Jawa Timur. Saya tidak boleh putus asa dan harus terus mencari solusi. Sepanjang masih berada di dunia pemerintahan dan dapat berperan sebagai penggerak koperasi, saya akan terus berjuang untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain Deni Wicaksono dan Sri Untari Bisowarno, sejumlah pimpinan DPRD Jatim lainnya juga tercatat sebagai penerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya. Mereka adalah Wakil Ketua II DPRD Jatim H. Hidayat, S.Ag., M.Si.; Wakil Ketua III DPRD Jatim Blegur Prijanggono, S.H.; serta Wakil Ketua IV DPRD Jatim Sri Wahyuni, S.Kep., Ns.

Hidayat menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap ketepatan sasaran program pemerintah, khususnya melalui pengawalan penyaluran bantuan sosial berbasis sistem desil serta penguatan daya saing UMKM di wilayah Mojokerto–Jombang.

Adapun Blegur Prijanggono mendapat apresiasi atas komitmennya dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, penyerapan aspirasi masyarakat, dan penguatan kelembagaan DPRD Jawa Timur.

Sementara itu, Sri Wahyuni mendapat penghargaan dengan latar pengabdian sebagai tenaga kesehatan sebelum terjun ke dunia politik. Dengan pengalaman selama 22 tahun sebagai perawat, ia menjadi representasi perempuan dan tenaga kesehatan yang menduduki kursi pimpinan DPRD Jawa Timur.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.