SURABAYA (Lentera) – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi capaian sektor pertanian Jawa Timur yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Kekompakan pemerintah daerah dan potensi produksi berbagai komoditas pangan menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk mempertahankan kontribusinya terhadap kebutuhan pangan Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
Ia menilai, keberhasilan pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha di sektor pangan.
“Jawa Timur berkembang pesat. Saya kagum, luar biasa. Gubernur dan seluruh jajaran pemerintah daerah kompak. Kalau semuanya kompak, hasilnya bisa terlihat,” ungkap Amran.
Menurut Amran, Jawa Timur memiliki kekuatan pada berbagai komoditas strategis, mulai dari padi, jagung, telur, daging ayam, gula, hingga susu. Potensi tersebut membuat provinsi ini memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Data dan Kementerian Pertanian sebelumnya juga menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu sentra utama produksi pangan Indonesia.
Pada sejumlah komoditas, seperti padi dan jagung, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi tertinggi. Sementara itu, sektor peternakan dan perkebunan turut menopang peran provinsi ini dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Amran menegaskan, pemerintah pusat terus memberikan dukungan untuk memperkuat produksi dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Dukungan tersebut diperlukan agar potensi yang dimiliki Jawa Timur dapat terus dikembangkan sekaligus memperkuat pasokan pangan bagi daerah lain.
“Kami memberikan dukungan untuk memperkuat sektor pertanian dan pangan. Jawa Timur memiliki potensi besar, sehingga perlu terus didorong agar produksinya semakin kuat dan mampu mendukung kebutuhan pangan secara nasional,” katanya.
Penguatan sektor peternakan menjadi salah satu perhatian pemerintah. Salah satu program yang dikembangkan adalah Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Malang. Program tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai tahapan usaha perunggasan, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi dan pemasaran.
Melalui pengembangan ekosistem tersebut, pemerintah berupaya memperkuat rantai pasok perunggasan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi peternak. Keberadaan fasilitas pembibitan, termasuk pengembangan Grand Parent Stock(GPS), menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan bibit ayam untuk mendukung produksi nasional.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




.jpg)
