SURABAYA ( LENTERA ) - Halloween tak selalu identik dengan kostum menyeramkan, riasan berdarah, atau topeng monster. Perayaan yang jatuh pada 31 Oktober ini juga menjadi kesempatan bagi pencinta film, musik, dan budaya populer untuk mengekspresikan gaya melalui pakaian yang terinspirasi karakter favorit.
Menjelang Halloween 2026, pilihan outfit semakin beragam, mulai dari karakter animasi, superhero, hingga gaya retro awal 2000-an.
Salah satu inspirasi yang menarik perhatian adalah karakter Nikki dan Bear dari film Obsession.
Selain itu, KPop Demon Hunters, Toy Story, dan karakter gim juga menjadi referensi kostum. Pilihannya tidak harus berupa pakaian khusus Halloween. Perpaduan busana sehari-hari dengan aksesori dan riasan yang tepat dapat menciptakan tampilan khas tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.
Nikki dan Bear dari Obsession
Karakter Nikki Freeman dari film Obsession menjadi salah satu inspirasi kostum Halloween 2026. Gaya ini cocok bagi mereka yang ingin tampil dengan referensi film tanpa harus menggunakan riasan horor yang rumit.
Nikki identik dengan gaun floral ungu berpotongan off-shoulder, sedangkan Bear tampil dengan sweater bermotif dan celana santai kotak-kotak. Perpaduan tersebut dapat menjadi pilihan bagi pasangan, sahabat, atau saudara yang ingin mengenakan kostum duo. Kedua gaya memiliki ciri visual berbeda, tetapi dapat dipadukan tanpa harus menggunakan aksesori menyeramkan.
Rekomendit menampilkan produk Nikki & Bear Obsession Party Outfit dari Ceressa.label dengan harga Rp300.000 di Shopee saat artikel ditulis. Harga tersebut perlu diperiksa kembali karena dapat berubah sewaktu-waktu. Calon pembeli juga perlu memastikan apakah harga berlaku untuk satu karakter atau satu set pasangan.
Keunggulan gaya ini adalah fleksibilitasnya. Gaun floral dapat digunakan kembali untuk pesta atau acara kasual, sementara sweater dan celana kotak-kotak bisa dipadukan dengan pakaian lain. Dengan demikian, outfit tidak harus berakhir tersimpan di lemari setelah Halloween selesai.
Demon Hunters
Penggemar animasi dan musik Korea dapat memilih kostum yang terinspirasi dari KPop Demon Hunters. Perpaduan busana panggung bergaya K-pop dengan elemen pemburu iblis menghadirkan tampilan yang mencolok dan mudah dikembangkan sesuai karakter pilihan.
Untuk menciptakan penampilan serupa, gunakan pakaian berpotongan tegas, kombinasi warna yang kuat, sepatu bergaya panggung, dan aksesori yang sesuai. Riasan mata serta penataan rambut dapat memperkuat karakter tanpa harus membeli kostum lengkap.
Konsep ini juga cocok untuk kelompok teman. Setiap orang dapat memerankan karakter berbeda, kemudian menyelaraskan warna dan aksesori agar penampilan terlihat kompak.
Toy Story dan Superhero
Karakter Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan Slinky Dog dari Toy Story bisa menjadi pilihan bagi pasangan atau keluarga. Kostum Woody, misalnya, dapat dibuat melalui kombinasi kemeja kotak-kotak, rompi, celana panjang, dan topi koboi. Sementara itu, gaya Jessie dapat dibangun melalui kemeja putih, aksen merah, celana bergaya koboi, dan topi khasnya.
Bagi pencinta superhero, karakter Spider-Man dan Power Rangers menawarkan pilihan yang mudah dikenali. Penggemar gim juga dapat mengambil inspirasi dari karakter Fortnite atau Halo. Kostum tidak harus berupa replika lengkap. Pakaian dengan warna, potongan, dan aksesori yang sesuai bisa menjadi alternatif yang lebih praktis.
Saat memilih kostum, pertimbangkan kenyamanan selama acara. Helm besar, lapisan pakaian tebal, atau aksesori berukuran lebar dapat membatasi gerak, terutama jika pesta berlangsung di ruangan padat.
Gaya Y2K dan Fantasi
Bagi yang tidak ingin mengenakan kostum karakter, gaya Y2K yang terinspirasi mode awal 2000-an dapat menjadi alternatif. Ciri khasnya antara lain atasan berpotongan pendek, rok mini, celana berpotongan rendah, bahan metalik, aksesori berkilau, kacamata kecil, dan tas bahu mungil.
Riasan dengan lip gloss mengilap serta aksesori rambut dapat memperkuat nuansa retro. Keuntungannya, sebagian besar item bisa dipakai kembali untuk pesta atau penampilan kasual setelah Halloween.
Pilihan lain adalah kostum bertema fantasi dan horor klasik, seperti vampir, penyihir, karakter mitologi, atau petualang. Kostum fantasi mengandalkan detail pakaian dan siluet, sedangkan karakter horor dapat diperkuat melalui riasan serta aksesori. Ada pula kostum humor dengan bentuk unik yang mengandalkan penampilan lucu tanpa membutuhkan riasan rumit.
Sebelum membeli kostum, tentukan konsep dan anggaran. Memanfaatkan pakaian yang sudah dimiliki dapat menjadi pilihan ekonomis, sedangkan kostum replika memerlukan perhatian lebih terhadap detail karakter.
Jika berbelanja secara daring, periksa tabel ukuran, bahan, dan isi paket. Pastikan apakah produk dijual satuan atau dalam set.
Untuk pakaian yang terinspirasi film, jangan langsung menganggapnya sebagai produk resmi berlisensi. Periksa keterangan penjual dan informasi produsen jika menginginkan kostum resmi.
Kenyamanan juga perlu diperhatikan. Pilih alas kaki yang sesuai, terutama jika acara berlangsung selama beberapa jam. Hindari aksesori yang menghambat gerak dan sesuaikan riasan dengan durasi pemakaian. Sebaiknya, coba seluruh pakaian sehari sebelum acara agar masih ada waktu untuk memperbaiki ukuran atau mengganti item yang kurang sesuai.(far,ist/dya)




.jpg)
