JEMBER (Lentera)– Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) tidak menjadi hambatan bagi pemerintah daerah, untuk merealisasikan berbagai program prioritas dan janji politik.
Menurut dia, kunci utama dalam menghadapi tantangan anggaran tersebut adalah kreativitas serta optimalisasi pengelolaan keuangan daerah.
Pernyataan ini disampaikan saat Gus Fawait menghadiri Indonesia Future Leader 2026 yang digelar Total Politik di Villa Mediapura No.77H, Jl. Siaga Raya, RT.14/RW.4, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Hadir dalam satu ruang yang sama dengan Gus Fawait, yaitu sejumlah tokoh mulai wakil menteri, wakil gubernur, hingga sejumlah bupati.
Mulai Todotua Pasaribu (Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia), Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), Vasco Ruseimy (Wakil Gubernur Sumatera Barat), hingga Jihan Nurlela (Wakil Gubernur Lampung). Termasuk Sahar Alrif (Bupati Sidrap), Masinton Pasaribu (Bupati Tapanuli Tengah), hingga Dzulfikar Ahmad Tawalla (Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan, meski transfer dari pusat mengalami penurunan, Pemkab Jember justru menargetkan pemberian beasiswa kepada sekitar 11 ribu anak-anak mahasiswa menjelang akhir tahun 2026.
Gus Fawait menjelaskan, bahwa pihaknya menyiasati penurunan dana pusat dengan cara bersinergi dan memanfaatkan berbagai peluang koneksi program di tingkat pusat.
"Sektor-sektor yang telah ditangani dan dibiayai langsung oleh kementerian pusat seperti program sekolah, revitalisasi fasilitas pendidikan, hingga optimalisasi lahan pertanian, kemudian dialihkan ruang fiskalnya untuk mendanai janji-janji politik kepala daerah," imbuhnya.
Dalam hal ini, Pemkab Jember aktif menarik program pusat ke daerah agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten dapat difokuskan pada program kerakyatan yang belum tercover di tingkat pusat.
Selain itu, anggaran daerah yang diatur secara cermat diprioritaskan untuk menyelesaikan target-target politik masa kampanye, dengan target penyelesaian sekitar 90 persen pada periode pertama kepemimpinan.
"Melalui manajemen anggaran yang inovatif ini, Jember mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan alokasi beasiswa terbanyak dan terbesar se-Indonesia untuk tingkat kabupaten, menyasar belasan ribu mahasiswa," ulasnya.
Bupati Jember Gus Fawait juga menekankan, bahwa penurunan TKD tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan kepentingan masyarakat. Dengan tata kelola anggaran yang inovatif, kreatif, dan tepat sasaran, program-program kerakyatan tetap dapat berjalan secara maksimal. (ads)
Reporter: Moko





.jpg)
