SURABAYA ( LENTERA ) - Sisa minyak, sel kulit mati, dan produk penataan rambut dapat menumpuk pada sisir. Jika dibiarkan, kotoran itu bisa berpindah kembali ke rambut dan kulit kepala.
Mencuci rambut secara rutin belum tentu cukup untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Ada satu benda yang kerap luput dari perhatian, yakni sisir yang digunakan hampir setiap hari.
Sisir dapat menampung minyak alami rambut, helaian rambut yang rontok, sel kulit mati, debu, hingga sisa produk penataan rambut. Jika tidak dibersihkan, tumpukan tersebut dapat menempel kembali pada rambut setiap kali sisir digunakan.
Dokter kulit asal Amerika Serikat, Dr. Emily Nadelmann, mengingatkan pentingnya memperlakukan sisir sebagai perlengkapan perawatan pribadi. "Anggaplah sisir rambut sebagai barang perawatan pribadi yang layak mendapat perhatian yang sama seperti sikat gigi," ujarnya.
Menurut Dr. Monique Chheda, kotoran yang menumpuk pada sisir dapat memengaruhi tampilan dan tekstur rambut. Sementara itu, pakar dermatologi Dr. Kseniya Kobets menjelaskan bahwa mikroorganisme yang bercampur dengan minyak dan kotoran berpotensi memengaruhi kondisi kulit kepala.
Rambut Lebih Cepat Lepek
Minyak alami atau sebum diproduksi kulit kepala untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Namun, minyak yang menempel pada sisir dapat berpindah kembali ke rambut dan membuatnya terlihat lebih berminyak.
"Minyak sangat mudah menumpuk di sisir rambut. Minyak itu kemudian didistribusikan kembali ke rambut, yang dapat membuat rambut terlihat lebih berminyak lebih cepat dan mungkin membuatnya terasa berat," ujar Dr. Monique.
Akibatnya, rambut yang baru dicuci pun dapat terlihat kurang segar apabila sisir yang digunakan masih menyimpan banyak residu.
Ketombe dan Rasa Gatal
Sisir yang tidak dibersihkan dapat menyimpan serpihan kulit mati dan minyak. Menurut Dr. Kseniya, penumpukan tersebut dapat berkaitan dengan pertumbuhan Malassezia, sejenis ragi yang secara alami hidup di kulit dan berhubungan dengan ketombe pada sebagian orang.
Meski demikian, ketombe tidak selalu disebabkan oleh sisir kotor. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa ketombe dapat berkaitan dengan kulit berminyak, kebiasaan perawatan rambut, serta kondisi medis tertentu. Karena itu, menjaga kebersihan sisir merupakan salah satu langkah perawatan, bukan satu-satunya cara mengatasi ketombe.
Iritasi dan Masalah Kulit Kepala
Penumpukan minyak, sisa produk, dan kotoran dapat membuat sisir menjadi kurang higienis. Jika kotoran terus berpindah ke rambut dan kulit kepala, kondisi tersebut berpotensi memperburuk ketidaknyamanan atau iritasi pada sebagian orang.
Dr. Kseniya juga mengingatkan kemungkinan kaitannya dengan masalah kulit kepala, termasuk dermatitis seboroik dan folikulitis. Dermatitis seboroik merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat menyebabkan kulit bersisik dan gatal, sedangkan folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat disebabkan oleh infeksi maupun faktor lain.
Namun, kedua kondisi tersebut memiliki beragam penyebab. Sisir kotor tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal setiap kasus.
Sisa Produk Penataan Rambut Menumpuk
Penggunaan hairspray, gel, krim, dan minyak rambut dapat meninggalkan residu pada sela-sela bulu sisir. Jika dibiarkan, lapisan residu itu bercampur dengan minyak dan sel kulit mati sehingga sisir lebih cepat kotor.
Penumpukan tersebut juga membuat sisir perlu dibersihkan lebih sering, terutama jika digunakan setiap hari untuk menata rambut.
Kapan Dibersihkan, Kapan Diganti
Dr. Kseniya menyarankan membersihkan sisir setiap dua atau tiga hari, dengan mempertimbangkan jenis rambut, kondisi kulit kepala, dan produk yang digunakan.
"Semakin banyak kotoran yang menumpuk, semakin cepat sisir menjadi tempat berkembang biaknya kotoran dan mikroorganisme," ujarnya.
Orang yang sering menggunakan produk penataan rambut atau memiliki rambut berminyak perlu lebih memperhatikan kebersihan sisir. Begitu pula mereka yang mengalami ketombe atau dermatitis seboroik.
Untuk penggunaan sehari-hari, helaian rambut yang tersangkut sebaiknya segera dibuang dan tidak dibiarkan menumpuk. Panduan perawatan rambut dari Healthline juga menyarankan pembersihan lebih teratur bagi pengguna produk penataan rambut, dengan frekuensi disesuaikan dengan banyaknya residu.
Khusus jika mengalami infeksi kulit kepala seperti kurap, sisir perlu dibersihkan dan didisinfeksi sesuai anjuran tenaga kesehatan selama masa pengobatan. Sisir juga sebaiknya tidak digunakan bersama orang lain karena sejumlah kondisi kulit kepala dapat menular melalui benda yang terkontaminasi.
Menurut Dr. Monique Chheda, kotoran yang menumpuk pada sisir dapat memengaruhi tampilan dan tekstur rambut. Sementara itu, pakar dermatologi Dr. Kseniya Kobets menjelaskan bahwa mikroorganisme yang bercampur dengan minyak dan kotoran berpotensi memengaruhi kondisi kulit kepala.
Sisir yang dibersihkan secara teratur tetap memiliki masa pakai. Dr. Emily menyarankan mengganti sisir jika bulunya bengkok atau patah, kotorannya sulit dihilangkan, atau bau tidak sedap tetap bertahan setelah dicuci. Sisir yang menunjukkan pertumbuhan jamur dan tidak dapat dibersihkan dengan baik juga sebaiknya tidak digunakan lagi.
Dr. Kseniya menyebut sebagian besar sisir sebaiknya diganti setiap enam hingga 12 bulan, meskipun kebersihannya terjaga, karena bahan dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu.(far,ist/dya)
Cara Membersihkan Sisir dengan Benar
- Buang rambut yang tersangkut. Lepaskan helaian rambut dari sela-sela bulu sisir sebelum mencucinya.
- Siapkan air hangat dan sampo lembut. Campurkan beberapa tetes sampo ke dalam wadah berisi air hangat.
- Rendam sisir sekitar 15 menit. Langkah ini dapat diterapkan pada sisir yang sesuai untuk direndam. Sisir bergagang kayu atau berbulu alami sebaiknya tidak direndam terlalu lama agar bahannya tidak rusak.
- Gosok sela-sela bulu sisir. Gunakan sikat gigi bekas yang bersih untuk membantu mengangkat sisa minyak dan kotoran.
- Bilas dengan air mengalir. Pastikan tidak ada sisa sampo atau kotoran yang tertinggal.
- Keringkan dengan benar. Posisikan bulu sisir menghadap ke bawah dan biarkan kering sebelum digunakan kembali.





.jpg)
