25 October 2026

Get In Touch

Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya

Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air yang tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya pada Sabtu (24/10/2026). (Foto: Tribratanews)
Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air yang tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya pada Sabtu (24/10/2026). (Foto: Tribratanews)

NABIRE (Lentera) - Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya pada Sabtu (24/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua anggota TNI mengalami luka-luka.

Pesawat yang dipiloti Captain Riza dengan kopilot Captain Andi itu mendarat sekitar pukul 08.30 WIT dengan membawa delapan penumpang. Mereka terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil.

Berdasarkan keterangan awal, pilot mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas saat pesawat menyentuh landasan. Sejumlah penumpang juga dilaporkan mendengar bunyi dan merasakan hentakan dari bagian bawah pesawat ketika proses pendaratan berlangsung.

Dalam situasi tersebut, pilot membelokkan pesawat ke arah kiri. Namun, pesawat keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa-rawa di sisi landasan.

Akibat kejadian itu, pesawat mengalami kerusakan. Dua anggota TNI, yakni Serka Matheus dan Koptu Johar, mengalami luka akibat benturan. Serka Matheus dilaporkan mengalami luka di bagian pinggang, sedangkan Koptu Johar mengalami luka di bagian kepala.

Sementara itu, enam penumpang lainnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori mengatakan, personel kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi untuk mendukung proses penyelidikan. 

Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden, termasuk informasi awal mengenai ban pesawat yang dikabarkan terlepas saat mendarat.

Kapolres menegaskan, polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mendalami informasi awal terkait kondisi pesawat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab tergelincirnya pesawat di Bandara Bilorai. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.