TRENGGALEK (Lentera) – Roadshow perdana KidsDash Trenggalek 2026 berlangsung sukses dengan diikuti sekitar 70 anak, jauh melampaui target awal panitia sebanyak 20–30 peserta. Antusiasme tersebut menjadi modal positif menjelang gelaran utama KidsDash Trenggalek yang dijadwalkan pada 6 Desember 2026 mendatang.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (25/10/2026) ini menjadi langkah awal panitia untuk mengenalkan olahraga kepada anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan. Pesertanya didominasi anak berusia di bawah 7 tahun, bahkan ada peserta yang masih berusia 3 tahun.
Ketua Pelaksana KidsDash Trenggalek 2026, Alif Wijaya, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan anak terhadap olahraga sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan beraktivitas fisik perlu dibangun sejak masa pertumbuhan agar dapat menjadi dasar bagi kesehatan anak sekaligus mendukung potensi prestasi mereka di masa mendatang.
“Harapannya, dari kegiatan ini muncul rasa suka terhadap olahraga pada anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 11 tahun. Ini bisa menjadi bekal untuk membangun kesehatan sekaligus menjadi fondasi bagi prestasi mereka ke depan,” ujar Alif.
Ia menjelaskan, KidsDash tidak hanya menjadi ruang bagi anak untuk bergerak aktif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memperkenalkan beragam cabang olahraga kepada anak-anak mereka. Pendekatan yang digunakan dibuat lebih santai agar anak bisa menikmati kegiatan tanpa terbebani tuntutan kompetisi.
Melalui cara tersebut, panitia berharap anak-anak dapat mengenali minat mereka terlebih dahulu sebelum menentukan cabang olahraga yang ingin ditekuni.
Selain fun run, roadshow perdana KidsDash Trenggalek 2026 juga menghadirkan Kanga’s Escape. Aktivitas ini merupakan lari bolak-balik sejauh total 80 meter, dengan rintangan pada lintasan pertama sepanjang 40 meter.
Alif menerangkan, perlengkapan rintangan disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Anak berusia 7 tahun ke bawah menggunakan kerucut atau kun setinggi sekitar 20 sentimeter. Sementara itu, peserta berusia di atas 7 tahun hingga 11 tahun menggunakan peralatan berbentuk segitiga yang dikenal sebagai peralatan olahraga anak, dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.
Panitia menyiapkan tiga rintangan dalam aktivitas tersebut. Penyesuaian ini dilakukan agar anak dapat mengikuti tantangan sesuai kelompok usianya.
“Kami menyiapkan tiga rintangan. Bentuk dan peralatannya disesuaikan dengan usia anak supaya mereka bisa mengikuti kegiatan dengan tetap merasa senang,” jelasnya.
Kanga’s Escape juga berkaitan dengan materi olahraga yang diterapkan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk siswa kelas 3, 4, dan 5. Aktivitas tersebut dapat menjadi pengenalan bagi anak terhadap perlombaan olahraga yang memiliki tahapan mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional, sesuai ketentuan yang berlaku.
Melihat jumlah peserta yang melampaui target pada pelaksanaan pertama, panitia berencana menggelar roadshow kedua sebelum acara utama pada 6 Desember 2026. Namun, jadwal kegiatan untuk roadshow kedua tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Alif berharap roadshow berikutnya dapat menjangkau lebih banyak peserta sehingga semakin banyak anak dan orang tua yang terlibat dalam gerakan pengenalan olahraga sejak dini.
Menurutnya, pengembangan olahraga anak sebaiknya dimulai dengan membangun kebiasaan aktif dan menumbuhkan rasa senang terlebih dahulu. Setelah itu, anak dapat menentukan pilihan olahraga berdasarkan minat dan kemampuan masing-masing.
“Kami ingin membangun fisik anak sejak mereka masih dalam masa pertumbuhan. Ketika sudah tumbuh rasa suka terhadap olahraga, nantinya biarkan mereka memilih cabang olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuannya,” katanya.
Ia menambahkan, KidsDash Trenggalek berawal dari inisiatif para guru olahraga yang ingin menyediakan kegiatan fisik yang ramah bagi anak-anak. Panitia pun membuka kesempatan bagi pihak yang ingin berpartisipasi mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk melalui sponsorship.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari guru-guru olahraga sesuai bidangnya. Apabila ada pihak yang ingin menjadi sponsor, kami terbuka dan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan,” pungkas Alif.
Dengan respons positif pada roadshow perdana, panitia berharap gelaran utama KidsDash Trenggalek pada 6 Desember 2026 dapat diikuti lebih banyak anak. Kegiatan ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kebiasaan hidup aktif dan mengenalkan olahraga dengan cara yang menyenangkan sejak usia dini. (*)
Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
