SURABAYA ( LENTERA ) - Foundation yang terlalu kuning atau justru membuat wajah tampak abu-abu bisa menjadi tanda bahwa warna dasar kulit tidak cocok dengan produk yang digunakan. Salah satu kemungkinan yang kerap luput diperhatikan adalah olive undertone, yakni warna dasar kulit dengan nuansa kehijauan yang dapat berpadu dengan unsur kuning atau abu-abu.
Dalam dunia kecantikan, warna kulit dan undertone merupakan dua hal berbeda. Warna kulit merujuk pada tampilan permukaan kulit, mulai dari terang hingga gelap. Sementara itu, undertone adalah rona dasar kulit yang memengaruhi bagaimana warna kosmetik terlihat ketika diaplikasikan.
Secara umum, undertone kerap dikelompokkan menjadi warm (hangat), cool (dingin), dan neutral (netral). Namun, olive memiliki karakteristik tersendiri yang tidak selalu mudah dimasukkan ke dalam ketiga kategori tersebut.
Pemilik olive undertone dapat mengalami kesulitan saat mencari foundation.
Produk dengan dasar kuning terkadang terlihat terlalu hangat, sedangkan formula dengan rona merah muda dapat membuat wajah tampak keabu-abuan atau kurang menyatu dengan leher.
Apa Itu Olive Undertone?
Olive undertone merupakan rona dasar kulit yang memiliki kesan kehijauan, sering kali disertai unsur kuning atau abu-abu. Perpaduan tersebut membuat kulit terlihat memiliki semburat hijau zaitun, meskipun tidak selalu tampak jelas dalam semua kondisi pencahayaan.
Karakteristik ini membuat olive undertone cukup mudah disalahartikan sebagai warna kulit netral. Pada pencahayaan tertentu, kulit dapat terlihat kekuningan, pucat, atau sedikit keabu-abuan. Namun, tampilan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa kulit sedang tidak sehat.
Olive undertone juga tidak terbatas pada warna kulit gelap. Pemiliknya bisa memiliki kulit terang, medium, hingga sawo matang. Karena itu, menentukan undertone hanya berdasarkan tingkat kecerahan kulit berisiko menghasilkan pilihan kosmetik yang kurang tepat.
Perbedaan tersebut penting diperhatikan karena dua orang dengan tingkat kecerahan kulit serupa belum tentu cocok menggunakan warna foundation yang sama.
Salah satu tantangan mengenali olive undertone adalah warna pembuluh darah di pergelangan tangan tidak selalu memberikan petunjuk yang jelas. Urat nadi bisa terlihat kehijauan, kebiruan, atau campuran keduanya.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengenali kecenderungan olive undertone.
Amati warna kulit di bawah cahaya alami
Perhatikan wajah dan leher di dekat jendela atau di luar ruangan dengan cahaya tidak langsung. Hindari menilai warna kulit hanya berdasarkan lampu berwarna kuning atau putih yang dapat mengubah persepsi warna.
Perhatikan apakah kulit memiliki kesan kehijauan, kekuningan, atau sedikit keabu-abuan. Jika ciri tersebut muncul secara konsisten, olive undertone bisa menjadi salah satu kemungkinan.
Perhatikan kecocokan warna foundation
Cobalah membandingkan foundation dengan dasar kuning, merah muda, dan netral pada area rahang. Warna yang terlalu kuning atau merah muda mungkin terlihat seperti lapisan terpisah dari kulit.
Pilih produk yang paling menyatu dengan warna wajah dan leher, bukan sekadar warna yang terlihat cocok di kemasan. Beri waktu agar formula mengering sebelum menilai hasil akhirnya karena beberapa foundation dapat mengalami perubahan warna setelah diaplikasikan.
Jangan hanya andalkan warna urat nadi
Tes warna urat nadi sering digunakan untuk memperkirakan undertone, tetapi hasilnya tidak selalu akurat. Warna pembuluh darah yang terlihat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk warna kulit dan pencahayaan.
Karena itu, penilaian sebaiknya menggabungkan pengamatan warna kulit dengan uji langsung kosmetik.
Amati kulit di bawah pencahayaan berbeda
Kulit dengan olive undertone dapat terlihat berbeda ketika berada di dalam ruangan, di bawah sinar matahari, atau di bawah lampu buatan. Namun, perubahan tampilan tersebut bukan bukti tunggal untuk menentukan undertone.
Kulit yang mudah menggelap setelah terpapar matahari juga tidak otomatis memiliki olive undertone. Respons kulit terhadap sinar ultraviolet dipengaruhi karakteristik biologis yang berbeda dari rona dasar kulit.
Salah satu persoalan dalam memilih foundation adalah variasi warna yang ditawarkan setiap merek tidak selalu mencakup seluruh kombinasi tingkat kecerahan dan undertone kulit. Nama seperti warm, cool, dan neutral pun tidak selalu digunakan secara seragam antarproduk.
Akibatnya, dua foundation yang memiliki label warna serupa belum tentu menghasilkan tampilan yang sama. Bahkan, warna yang terlihat cocok di layar ponsel atau kemasan dapat tampak berbeda ketika diaplikasikan langsung.
Untuk mengurangi risiko salah memilih, periksa sampel produk jika tersedia dan lakukan pengujian pada wajah, bukan hanya tangan. Usahakan mencoba kosmetik di bawah cahaya alami serta membandingkan hasilnya dengan warna leher.
Dengan memahami perbedaan warna kulit dan undertone, pemilihan foundation, concealer, blush, hingga lipstik dapat menjadi lebih terarah. Hasil terbaik bukanlah warna yang paling populer atau paling terang, melainkan warna yang menyatu dengan kulit dan sesuai dengan tampilan yang diinginkan.(far,ist/dya)
--
Tips Memilih Makeup untuk Olive Undertone
1. Pilih foundation dengan warna netral atau olive
Foundation dengan label neutral dapat menjadi titik awal, tetapi belum tentu langsung cocok. Jika hasilnya masih terlihat terlalu kuning atau merah muda, pertimbangkan produk yang secara khusus memiliki pilihan warna olive.
Uji foundation pada rahang hingga mendekati leher. Pilih warna yang tampak menyatu dengan keduanya dalam pencahayaan alami.
Jangan terburu-buru memilih warna lebih terang demi mendapatkan tampilan cerah karena hasilnya justru bisa terlihat seperti topeng.
Jika pilihan warna yang tersedia terbatas, pencampuran foundation dengan warna yang sesuai dapat menjadi alternatif. Namun, gunakan produk yang kompatibel dan uji campurannya terlebih dahulu untuk memastikan tekstur serta hasil akhirnya tetap baik.
2. Gunakan concealer yang tidak terlalu kuning atau putih
Untuk menyamarkan noda atau lingkaran hitam, pilih concealer berdasarkan kebutuhan dan warna area yang ingin ditutupi.
Warna netral dapat menjadi pilihan awal. Sementara itu, rona peach dapat membantu mengoreksi kesan kebiruan atau keunguan pada lingkaran hitam, bergantung pada warna kulit dan tingkat pigmentasinya.
Hindari concealer yang terlalu terang karena dapat membuat area bawah mata tampak abu-abu atau menghasilkan kontras yang berlebihan.
3. Pilih blush bernuansa mauve, terracotta, atau dusty rose
Warna blush dapat memberikan kesan segar tanpa membuat riasan terlihat terlalu kontras. Beberapa pilihan yang bisa dicoba adalah mauve, terracotta, dan dusty rose.
Mauve menghadirkan perpaduan merah muda dan ungu yang lebih redup. Terracotta memberikan kesan hangat dengan nuansa tanah, sedangkan dusty rose menawarkan warna merah muda yang tidak terlalu terang.
Meski demikian, hasil akhirnya tetap bergantung pada tingkat kecerahan kulit, formula produk, dan intensitas pemakaian.
4. Sesuaikan warna lipstik dengan karakter kulit
Sejumlah warna lipstik yang dapat dicoba untuk olive undertone antara lain brick red, terracotta, peach nude, berry, dan rose brown.
Warna-warna tersebut menawarkan variasi dari nuansa cokelat dan tanah hingga merah serta merah muda yang lebih dalam. Peach nude dapat memberikan kesan lembut, sementara brick red dan berry cocok untuk tampilan yang lebih tegas.
Lipstik berwarna pink pucat tidak harus dihindari sepenuhnya. Namun, jika warnanya terlalu putih atau memiliki dasar yang kurang sesuai, hasilnya bisa membuat wajah tampak kurang segar. Menguji warna langsung pada bibir dapat membantu menentukan pilihan yang paling cocok.
5. Gunakan eyeshadow bernuansa earthy
Warna earthy seperti cokelat, bronze, taupe, dan olive dapat menjadi pilihan untuk riasan mata sehari-hari. Palet tersebut cenderung mudah dipadukan dengan warna bibir dan blush yang tidak terlalu mencolok.
Untuk tampilan lebih berani, warna emas atau tembaga juga dapat dicoba. Kuncinya adalah menyesuaikan intensitas warna dengan gaya riasan yang diinginkan, bukan membatasi pilihan hanya pada warna tertentu.




.jpg)
