30 October 2026

Get In Touch

Demo Berlanjut Hari Ini, Giliran Mahasiswa Trisakti ke Depan Istana Negara Bawa Tritura, Ini Isinya

Mahasiswa Universitas Trisakti merencanakan demo pada Kamis (29/10/2026) di depan Istana Negara, Jakarta Pusat dengan tiga tuntutan (Instagram @kepresmausakti)
Mahasiswa Universitas Trisakti merencanakan demo pada Kamis (29/10/2026) di depan Istana Negara, Jakarta Pusat dengan tiga tuntutan (Instagram @kepresmausakti)

JAKARTA (Lentera) -Demonstrasi dari kalangan mahasiswa masih berlanjut pada hari Kamis (29/10/2026). Hari ini giliran mahasiswa dari Universitas Trisakti yang melancarkan aksi menuntut perbaikan pengelolaan negara.

Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti berencana melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Mereka menyuarakan seruan untuk turun aksi. 

"Mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan berpihak kepada kepentingan rakyat," dikutip dari akun Instagram @kepresmausakti. K

epresma Universitas Trisakti akan mulai berkumpul di area kampus di Grogol, Jakarta Barat pada pukul 10.00 WIB.

"Berangkat dari semangat perjuangan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa, Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti mengajak seluruh mahasiswa untuk turut hadir dalam aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi," tulis Kepresma Universitas Trisakti.

Para mahasiswa merumuskan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Isi Tritura

Menurut Kepresma Universitas Trisakti, saat ini Indonesia dalam kondisi kegelapan.

"Atas nama pengabdian, ambisi dipelihara. Atas nama stabilitas, kritik dibungkam. Atas nama rakyat, kekuasaan dijalankan tanpa selalu mendengar jeritan mereka," tutur Kepresma Universitas Trisakti.

Mereka menyoroti jabatan yang dijadikan alat mempertahankan kepentingan.

Lalu juga hukum yang dipermainkan dalam panggung politik. 

Isi Tritutra

Ketika para pejabat telah menduduki singgasana, rakyat yang dielu-elukan saat suaranya dibutuhkan, kini dilupakan.

"Mereka bicara tentang demokrasi, tetapi gentar terhadap kritik. Menjanjikan kesejahteraan, tetapi membiarkan beban rakyat terus menumpuk. Menuntut kepercayaan, tetapi lupa bahwa kekuasaan wajib mempertanggungjawabkan setiap keputusan," tegas Kepresma Universitas Trisakti, melansir Kompas.

Mereka mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang abadi, tidak boleh ada kekuasaan tanpa batas, dan seharusnya tidak ada nama yang dijadikan tameng untuk melindungi ketidakadilan. 

Adapun isi Tritutra tersebut sebagai berikut:

  1. Pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, kesehatan nasional.
  2. Berantas Inkompetensi Pejabat Negara dan Hapus Rangkap Jabatan Pejabat Publik.
  3. Tegakan Supremasi Sipil (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.