30 October 2026

Get In Touch

Pengembangan Desa Weru sebagai Technopark Ekonomi Paciran Lamongan

Beras Analog Kosabangsa 2026, Inovasi pangan berbasis bahan lokal
Beras Analog Kosabangsa 2026, Inovasi pangan berbasis bahan lokal

SURABAYA (Lentera) -Program KOSABANGSA (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) merupakan program pengabdian masyarakat yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi(Kemdiktisaintek) Juni 2026 lalu. Program  ini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mpenggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dalam menjawab  berbagai persoalan pembangunan di masyarakat

Tahun Anggaran 2026 Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program Kosabangsa dengan judul “Pengembangan Desa Weru sebagai Technopark Ekonomi Pesisir Paciran Lamongan” dilaksanakan di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, merupakan wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki potensi sumber daya kelautan, perikanan, dan tanaman obat keluarga (TOGA). Keberadaan tempat pelelangan ikan (TPI) Weru mendukung aktivitas perikanan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Berdasarkan profil desa yang tersedia secara daring, jumlah penduduk tercatat sekitar 5.487 jiwa dalam 1.523 kepala keluarga; data ini perlu disesuaikan dengan profil desa terbaru.

‘Potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Hasil tangkapan nelayan masih dominan dijual segar, sedangkan kegiatan pengolahan dan pemanfaatan TOGA belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menjadi dasar pemilihan Desa Weru sebagai lokasi program KOSABANGSA 2026 bertajuk “Pengembangan Desa Weru sebagai Technopark Ekonomi Pesisir Paciran Lamongan”.

"Program ini mengintegrasikan penerapan teknologi tepat guna, diversifikasi produk lokal, peningkatan mutu, dan penguatan usaha untuk mendukung peningkatan pendapatan serta keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,’’ ungkap Dr.Ali Muhajir, MM, Ketua Program Kosabangsa, Dosen Universitas Islam Darul Ulum Lamongan.

Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan mengembangkan usaha berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) melalui penerapan teknologi tepat guna, diversifikasi produk, penyusunan prosedur operasional standar (SOP), pengemasan, serta penguatan pemasaran. Kegiatan melibatkan dua mitra sasaran, yaitu KUB Mitra Bahari yang beranggotakan 22 orang dan ASMAN TOGA “Wahana Sehat” yang beranggotakan 20 orang.

Pelaksanaan program tersebut  menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan.

Diakui Ali, profil dan potensi mitra. ASMAN TOGA “Wahana Sehat” memiliki 20 orang anggota dan berpotensi mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai bahan baku produk minuman herbal dan pangan olahan. Tanaman yang potensial dikembangkan meliputi jahe, kunyit, temulawak, serai, kelor, dan rosela. Sebelumnya, kelompok pernah aktif dalam kegiatan penanaman TOGA, tetapi saat ini aktivitasnya mengalami penurunan

Pada kegiatan ’’Wahana Sehat’’ digunakan dua alat, yaitu chopper dan mesin sealer, telah digunakan dalam dua kali praktik. Kegiatan menghasilkan tiga produk, yaitu minuman kunyit asam, serbuk jahe instan, dan serbuk temulawak instan. Dua SOP, yakni SOP minuman kunyit asam dan SOP serbuk jahe instan, telah diselesaikan dan digunakan. Promosi produk juga telah dilakukan secara daring.

Kondisi awal dan permasalahan.

Ali menjelaskan,berdasarkan pengamatan awal, hanya sekitar 1–2 keluarga yang masih memelihara tanaman TOGA. Jumlah tanaman, luas penanaman, dan hasil panen belum terukur. Produk olahan yang masih aktif diproduksi juga belum terdata. Kondisi ini menunjukkan perlunya mengaktifkan kembali partisipasi anggota, memperkuat keterampilan budidaya dan pemeliharaan tanaman, serta membangun kesinambungan kegiatan dari penanaman hingga pengolahan hasil. Pada aspek hilir, pemasaran masih dilakukan secara manual, sedangkan data omzet dan jangkauan pasar belum tersedia. Pengembangan usaha memerlukan pendampingan dalam pengolahan bahan herbal, standardisasi formulasi, higiene dan sanitasi, pengemasan, pelabelan, serta penerapan GMP dan SOP.

Sedangkan Mitra Bahari, sebanyak 20 anggota terlibat atau 90,9% dari jumlah anggota. Kegiatan diarahkan pada diversifikasi pengolahan hasil perikanan, peningkatan keterampilan produksi, penerapan SOP, dan penguatan pemasaran. Tiga unit alat dilaporkan telah digunakan dengan frekuensi minimal dua kali. Namun, mesin penepung, mesin pencetak beras analog (extruder), dan cabinet dryer masih dalam proses pemesanan sehingga pelatihan dan pemanfaatan alat tersebut perlu dilanjutkan setelah alat diterima.

Secara umum, capaian awal program Kosabangsa yang dilakukan 2 perguruan tinggi di Jawa Timur ini terlihat pada partisipasi mitra, praktik pengolahan, diversifikasi produk TOGA, penyusunan dan penggunaan SOP, serta pengenalan pemasaran digital.

‘’Kendala utama yang masih perlu ditangani adalah penyelesaian pengadaan beberapa alat untuk KUB Mitra Bahari dan penguatan pencatatan produksi serta penjualan. Dampak terhadap kapasitas produksi, efisiensi, omzet, dan pendapatan belum dapat disimpulkan secara kuantitatif karena data pembanding yang memadai masih perlu dikumpulkan. Tindak lanjut program difokuskan pada pemantauan pengiriman dan pemeriksaan alat, pelatihan operasional setelah alat diterima, pendampingan produksi dan mutu, serta pencatatan usaha untuk mendukung keberlanjutan Technopark Ekonomi Pesisir Desa Weru.

 Kondisi Wilayah dan Alasan Pemilihan Lokasi

Ali menyatakan, berdasarkan survei awal, program melibatkan dua mitra, yaitu KUB Mitra Bahari dan ASMAN TOGA “Wahana Sehat”, yang memiliki potensi pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.

Sebelum program pengabdian masyarakat ini digulirkan, KUB Mitra Bahari, hasil tangkapan nelayan umumnya dijual dalam bentuk ikan segar, sedangkan sebagian kecil diolah menjadi kerupuk ikan dan ikan asin. Kondisi ini menunjukkan bahwa diversifikasi dan hilirisasi hasil perikanan masih perlu ditingkatkan. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan pengembangan produk, penerapan teknologi pengolahan, pengendalian mutu, higiene dan sanitasi, pengemasan, serta pemasaran. Penguatan keterampilan produksi, pemanfaatan ikan rucah yang memenuhi persyaratan mutu, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), dan penyusunan prosedur operasional standar (SOP) diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Kondisi awal menunjukkan bahwa KUB Mitra Bahari memiliki 22 anggota dengan kegiatan pengolahan hasil perikanan yang masih terbatas, sedangkan ASMAN TOGA “Wahana Sehat” memiliki 20 anggota dengan aktivitas budidaya TOGA yang menurun dan hanya sekitar 1–2 keluarga yang masih memelihara tanaman. Kedua mitra masih mengandalkan pemasaran manual dan belum memiliki data kuantitatif yang lengkap mengenai kapasitas produksi, omzet, serta jangkauan pasar. Oleh karena itu, program KOSABANGSA 2026 difokuskan pada penguatan teknologi produksi, penerapan GMP dan SOP, pengembangan manajemen usaha, serta pemasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi lokal, nilai tambah produk, dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Weru sebagai bagian dari pengembangan Technopark Ekonomi Pesisir.

‘’Keterkaitan dengan aspek kegiatan. Intervensi program mencakup dua aspek, yaitu (1) budidaya, produksi, dan teknologi, melalui pengaktifan kembali budidaya TOGA, pendampingan pemeliharaan tanaman, serta pengolahan bahan herbal menjadi minuman sehat kunyit asem dan serbuk instan jahe; serta (2) kelembagaan, manajemen usaha, dan pemasaran, melalui penguatan partisipasi anggota, pembagian tugas pemeliharaan, pencatatan biaya produksi, pengemasan, pelabelan, dan pengembangan pemasaran produk,’’ ujar Ali

Ali menyatakan, program KOSABANGSA 2026 bertujuan mengembangkan Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, sebagai Technopark Ekonomi Pesisir melalui penerapan teknologi tepat guna, diversifikasi produk lokal, peningkatan keterampilan masyarakat, dan penguatan usaha produktif. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan:

  1. Meningkatkan kapasitas KUB Mitra Bahari dalam diversifikasi dan pengolahan hasil perikanan, termasuk pemanfaatan ikan rucah yang memenuhi persyaratan mutu menjadi produk bernilai tambah.
  2. Mengaktifkan kembali kegiatan ASMAN TOGA “Wahana Sehat” melalui penguatan budidaya dan pemeliharaan tanaman TOGA serta pengolahan hasilnya menjadi minuman sehat kunyit asem dan serbuk instan jahe.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kedua mitra dalam penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta penyusunan dan penerapan prosedur operasional standar (SOP).
  4. Memperkuat manajemen usaha, pengemasan, pelabelan, dan pemasaran produk untuk mendukung keberlanjutan usaha serta peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan ini mendukung tujuan Program KOSABANGSA dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan potensi lokal. Keterkaitannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama mencakup SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna; serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui peningkatan mutu dan efisiensi pengolahan produk.

‘’Program ini juga relevan dengan Asta Cita, terutama Asta Cita ke-2 mengenai kemandirian pangan dan pengembangan ekonomi biru, Asta Cita ke-3 mengenai penciptaan lapangan kerja dan penguatan kewirausahaan, Asta Cita ke-4 mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguasaan sains dan teknologi, Asta Cita ke-5 mengenai hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, dan Asta Cita ke-6 mengenai pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi,’’ jelasnya.

Peran Penerapan Teknologi dan Inovasi

Penerapan teknologi dan inovasi menjadi penggerak utama pengembangan Technopark Ekonomi Pesisir Desa Weru. Pada KUB Mitra Bahari, teknologi pengolahan diarahkan untuk meningkatkan diversifikasi hasil perikanan, termasuk pengembangan tepung ikan serta pemanfaatan tepung kedelai, tepung jagung, dan tepung beras sebagai bahan baku pendukung produk pangan.

Pada ASMAN TOGA “Wahana Sehat”, teknologi diterapkan melalui budidaya tanaman TOGA dan pengolahan jahe menjadi serbuk instan serta kunyit menjadi minuman sehat kunyit asem.Penerapan teknologi tersebut disertai pelatihan pengendalian mutu, higiene dan sanitasi, pengemasan, serta penyusunan SOP berbasis GMP. Workshop pangan dan minuman sehat bagi wirausaha menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan agar mitra mampu menerapkan proses produksi yang lebih terstandar. Kolaborasi Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan dan Universitas Muhammadiyah Malang diharapkan memperkuat pendampingan, penerapan inovasi, dan pengembangan usaha sesuai kebutuhan masyarakat.

Manfaat kegiatan bagi mitra sasaran

  1. KUB Mitra Bahari. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan keterampilan anggota dalam mengolah hasil perikanan, memperluas variasi produk, meningkatkan mutu dan keamanan pangan, serta memperkuat kemampuan menyusun SOP, melakukan pencatatan usaha, mengemas produk, dan mengembangkan pemasaran. Dengan demikian, potensi hasil tangkapan diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi usaha masyarakat.
  2. ASMAN TOGA “Wahana Sehat”. Kegiatan ini diharapkan menghidupkan kembali aktivitas kelompok, meningkatkan partisipasi anggota dalam budidaya dan pemeliharaan TOGA, serta mengembangkan produk minuman sehat kunyit asem dan serbuk instan jahe. Pendampingan pengolahan, GMP, SOP, pengemasan, dan pemasaran diharapkan membuka peluang usaha berbasis tanaman lokal yang lebih berkelanjutan.
  3. Masyarakat dan pemerintah desa. Program ini diharapkan memperkuat keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha produktif, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok masyarakat, dan pemerintah desa. Dalam jangka panjang, sinergi kedua mitra diharapkan menjadi fondasi pengembangan Desa Weru sebagai Technopark Ekonomi Pesisir yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.

PERMASALAHAN DAN SOLUSI

“Wahana Sehat” memiliki potensi tanaman obat keluarga, tetapi aktivitas budidaya kelompok menurun dan pengolahan produk belum berkembang optimal. Solusi meliputi revitalisasi budidaya, inovasi minuman kunyit asam dan serbuk jahe instan, penerapan SOP produksi higienis, serta penguatan kemasan dan pemasaran. Tim pelaksana bertanggung jawab atas pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi; tim pendamping membantu penguatan kelompok dan keberlanjutan usaha; mahasiswa mendukung praktik, dokumentasi, promosi, dan pencatatan hasil. Sedangkan Pemerintah Desa Weru dilibatkan dalam koordinasi dan keberlanjutan program.

Dikatakan Ali, capaian program diukur berdasarkan terlaksananya praktik, tersedianya SOP, kemasan, media promosi, dan pencatatan usaha. Peningkatan produksi, omzet, atau pendapatan ditetapkan berdasarkan pengukuran awal dan evaluasi akhir program.

 Lebih lanjut Ali mengatakan, pelaksanaan program KOSABANGSA di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, menggunakan metode partisipatif, edukatif, penerapan teknologi, dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan bersama KUB Mitra Bahari (22 anggota) dan ASMAN TOGA “Wahana Sehat” (20 anggota), dengan melibatkan Pemerintah Desa Weru, tim pelaksana, tim pendamping, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program.

Pelatihan budidaya TOGA, pengolahan ikan rucah, pembuatan minuman kunyit asam dan serbuk jahe instan, higiene-sanitasi, SOP, pengemasan, manajemen usaha, dan pemasaran digital.Dr. Ana Amiroh, M.P. mendukung budidaya tanaman; Prof. Dr. Elfi Anis Saati, M.P. mendukung formulasi dan pengolahan produk; Dr. Ali Muhajir, M.M., Dr. Bambang Yudi Ariadi, M.M., dan Prof. Dr. Sutawi, M.P. mendukung manajemen dan agribisnis; Ata Amirullah, M.Tr.Kom. mendukung teknologi informasi dan pemasaran digital. Mitra mengikuti pelatihan dan praktik; pemerintah desa mendukung mobilisasi peserta; mahasiswa membantu persiapan bahan, alat, dan dokumentasi.

Kelompok  ASMAN TOGA “Wahana Sehat”, sebelumnya aktif menanam dan memanfaatkan tanaman TOGA, tetapi saat ini aktivitasnya menurun. Berdasarkan pengamatan awal, hanya sekitar satu sampai dua keluarga yang masih memelihara tanaman TOGA. Kondisi ini menunjukkan perlunya mengaktifkan kembali kelompok, memperkuat partisipasi anggota, serta meningkatkan keterampilan budidaya dan pemeliharaan tanaman. Jahe, kunyit, temulawak, serai, kelor, dan rosela berpotensi dikembangkan menjadi minuman herbal atau pangan olahan. Namun, pemanfaatannya memerlukan pendampingan dalam teknik pengolahan, standardisasi formulasi, higiene dan sanitasi, pengemasan, pelabelan, serta penyusunan SOP berbasis GMP.

Untuk itu, program ini  dirancang guna mengatasi permasalahan kedua mitra melalui pelatihan, demonstrasi teknologi, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran. KUB Mitra Bahari difokuskan pada diversifikasi hasil perikanan, sedangkan ASMAN TOGA “Wahana Sehat” diarahkan pada pengaktifan kembali kegiatan kelompok dan pengembangan produk berbasis TOGA.

Keterkaitan dengan Program Pembangunan Wilayah

Pengembangan Desa Weru sebagai technopark ekonomi pesisir sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Lamongan dalam RPJMD Tahun 2025–2029, terutama penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan inovasi teknologi. RPJMD tersebut ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 7 Tahun 2025.

Pada tingkat desa, program akan diselaraskan dengan RPJMDes dan RKPDes Weru yang berlaku, khususnya terkait pemberdayaan kelompok produktif, pengolahan hasil perikanan, ketahanan pangan, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, program KOSABANGSA diharapkan mendukung pembangunan desa melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Pemetaan Aspek Kegiatan pada masing-masing mitra

 KUB Mitra Bahari

Aspek produksi dan teknologi: diversifikasi olahan hasil perikanan, pemanfaatan ikan rucah yang memenuhi persyaratan mutu, penerapan teknologi tepat guna, GMP, higiene, sanitasi, dan SOP produksi. Aspek manajemen usaha dan pemasaran: pencatatan produksi dan biaya, pengemasan, pelabelan, pengembangan identitas produk, serta strategi pemasaran.

Menurut Ali, keterkaitan dengan aspek kegiatan Kosabangsa, intervensi program diarahkan pada dua aspek, yaitu (1) produksi dan teknologi, melalui pelatihan diversifikasi olahan hasil perikanan, pemanfaatan ikan rucah yang memenuhi persyaratan mutu, penerapan teknologi tepat guna, GMP, dan SOP; serta (2) manajemen usaha dan pemasaran, melalui pendampingan pencatatan produksi dan biaya, pengemasan, pelabelan, serta pengembangan strategi pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Penulis: Shanty|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.