SIDOARJO (Lenter) -Gudang penyimpanan minyak goreng bekas milik Nur Huda di Desa Kemuning, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terbakar pada Minggu (1/11/2026) siang.
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sidoarjo mengerahkan tiga mobil pemadam, termasuk satu unit bantuan dari pihak swasta, untuk menangani kebakaran tersebut.
Humas Damkarmat Sidoarjo, Faex, mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB.
Petugas kemudian langsung berangkat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman terhadap gudang berukuran 9 x 30 meter yang berada di area persawahan.
"Setelah menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," ujar Faex, Minggu (1/11/2026).
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkarmat Sidoarjo mengerahkan tiga mobil pemadam yang salah satunya berasal dari pihak swasta.
Faex mengatakan, ketiga armada tersebut dikerahkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api merembet ke area sekitar gudang.
"Terdapat tiga unit armada yang diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut untuk mencegah api merembet," katanya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.
"Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya. S
elain penyebab kebakaran, nilai kerugian material juga belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penaksiran terhadap kerugian akibat peristiwa tersebut.
"Total kerugian material akibat kebakaran gudang penyimpanan minyak goreng bekas tersebut masih dalam tahap penaksiran oleh pihak berwenang," ujarnya, mengutip Kompas.
Setelah proses pemadaman selesai pada Minggu sore, Damkarmat Sidoarjo menyerahkan penanganan lokasi kepada Polsek Tarik untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Usai proses pemadaman, penanganan dan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian diserahkan kepada Polsek Tarik untuk mengetahui penyebab munculnya titik api," pungkas Faex (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
