SYDNEY (Lentera) - Australia mengambil langkah sebagai respons terhadap serangan di Pantai Bondi pada Desember lalu. Unit kepolisian baru dipersenjatai dengan senapan serbu militer telah mulai berpatroli di jalan-jalan Sydney.
Unit yang menelan biaya A$94 juta (US$66,08 juta) ini terdiri dari 250 petugas kepolisian yang dipersenjatai dengan senapan serbu tempur standar Australia. Kebijakan ini merupakan yang pertama kalinya di Australia, negara di mana kehadiran polisi dengan persenjataan berat tergolong langka.
Kepolisian negara bagian New South Wales menyatakan bahwa Armed Response Command (Komando Respons Bersenjata) akan dikerahkan di berbagai kegiatan, melansir reuters Senin (2/11/2026). Diantaranya di berbagai acara besar, ruang publik yang ramai, lokasi olahraga, dan tempat ibadah untuk melakukan patroli dengan "visibilitas tinggi".
Langkah ini diambil setelah dua pria melepaskan tembakan dalam sebuah perayaan Yahudi di pantai ternama tersebut, yang menewaskan 15 orang dalam sebuah serangan antisemitisme yang didorong oleh ideologi Negara Islam (Islamic State).
"Peristiwa tragis di Bondi menunjukkan konsekuensi yang menghancurkan ketika seorang pelaku bersenjata menyerang orang-orang yang tidak bersalah," ujar komandan unit tersebut, Inspektur Detektif Andrew Evans melansir reuters. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
