05 November 2026

Get In Touch

Perkuat Sistem Pembasahan Lahan Gambut, Pemkot Palangka Raya Rencanakan Perbanyak Embung

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan rencana untuk menambah embung
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan rencana untuk menambah embung

PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya berencana membangun embung baru dan rehabilitasi kanal, sebagai upaya memperkuat sistem pembasahan kawasan gambut yang berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rencana ini diutarakan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin dimana upaya tersebut merupakan bagian dari mitigasi jangka panjang, terutama di wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran. 

"Khusus di wilayah Palangka Raya, rencana penanganan mencakup pembangunan infrastruktur baru serta pemanfaatan dan rehabilitasi kanal yang sudah ada," papar Fairid, Rabu (4/11/2026).

Kawasan yang menjadi fokus perhatian meliputi Telawang, Kalampangan, hingga Buluh Merindu. Selain di Palangka Raya, penguatan sistem tata air tersebut juga diarahkan ke kawasan Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.

Pemkot juga mengusulkan, optimalisasi aliran Sungai Sebangau dan penyambungan saluran primer yang belum terhubung ke sungai.

“Ada dengan cara membangun baru, ada dengan memanfaatkan yang sudah ada, intinya adalah bagaimana membasahi kembali wilayah-wilayah yang rawan terjadi karhutla secara berulang,” ucap Fairid.

Ia melanjutkan, salah satu potensi sumber air berada di kawasan Telawang, Jalan Karanggan. Berdasarkan hasil peninjauan, debit air di lokasi tersebut dinilai cukup besar, dengan perbedaan elevasi yang relatif rendah, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk pembasahan kawasan Telawang, Kalampangan, hingga Buluh Merindu.

Namun demikian, rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis, penyesuaian tata ruang wilayah, serta pemenuhan dokumen administrasi pendukung, sebelum tahap pembangunan maupun rehabilitasi dilaksanakan. 

“Pemkot akan melakukan rapat teknis lanjutan guna menyampaikan gagasan utama terlebih dahulu, yang nantinya akan dilengkapi dengan bahan-bahan dasar administrasi yang diperlukan,” jelasnya.

Menurut Fairid, penguatan sistem tata air sangat krusial karena karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral. Pembasahan harus dilakukan secara berkala agar kelembapan lahan tetap terjaga dan risiko munculnya titik api dapat ditekan seminimal mungkin.

"Melalui strategi ini diharapkan menjadi bentuk mitigasi jangka panjang, sehingga penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman saat kebakaran terjadi, melainkan juga berfokus pada perbaikan sistem pengelolaan air di kawasan gambut yang rawan terbakar," tutupnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.