14 February 2026

Get In Touch

Hasil Olah TKP, Pilot dan Co-pilot Smart Air Diserang 20 Anggota KKB dan Ditemukan 13 Tembakan di Badan Pesawat

Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melaksanakan olah tempat kejadian perkara di Bandara Korowai Batu, Jumat (13/2/2026) Kompas/Doc. Humas Operasi Damai Cartenz
Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melaksanakan olah tempat kejadian perkara di Bandara Korowai Batu, Jumat (13/2/2026) Kompas/Doc. Humas Operasi Damai Cartenz

JAYAPURA (Lentera) -Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tindak pidana penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Dalam pelaksanaan olah TKP dan rekonstruksi, tim melakukan 23 penomoran titik penting.

Titik-titik itu di antaranya, posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan tembakan di badan pesawat, pecahan kaca jendela pesawat, pengambilan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi di landasan, titik penangkapan dan eksekusi korban dan lokasi evakuasi jenazah di Terminal Bandara Koroway Batu.

"Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani pada Jumat (13/2/2026).

Selain melakukan olah TKP, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi dan penumpang pesawat.

Dari keterangan sejumlah saksi, pesawat Smart Air diketahui mendarat di Bandara Korowai Batu sekitar pukul 10.30 WIT.

Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo. 

"Namun saat pilot melakukan start engine, sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat," ungkap Faizal, mengutip Kompas.

Melihat situasi tersebut, para penumpang panik dan berlari menyelamatkan diri. Pilot dan co-pilot turut berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar oleh para pelaku.

"Tidak lama kemudian, kedua korban ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan terhadap kedua korban oleh para pelaku," bebernya.

Para saksi juga mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga bahwa pelaku bukan merupakan warga setempat.

Selanjutnya, para saksi direncanakan akan dibawa ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Faizal mengungkapkan bahwa olah TKP dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap secara terang peristiwa penembakan pesawat Smart Air PK-SNR yang mengakibatkan dua awak pesawat meninggal dunia. 

“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional." 

"Hal ini sangat penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan maupun penyidikan secara komprehensif,” pungkasnya.

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.