11 May 2026

Get In Touch

Dinkes Kota Malang Usulkan 11 Ribu Nakes dan Named Divaksin Campak Dewasa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengusulkan sekitar 11 ribu tenaga medis (nakes) dan tenaga kesehatan (named) untuk mendapatkan vaksin campak-rubella (Measles-Rubella/MR) bagi kelompok usia dewasa. Usulan tersebut menyusul diterbitkannya izin perluasan indikasi vaksin MR oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan bagi orang dewasa.

"Insyaallah kami sudah mendata sekitar 11.000-an untuk nakes dan tenaga kesehatan. Itu nanti yang kami ajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan kuota vaksinasi campak untuk dewasa, khususnya tenaga kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, pendataan tersebut mencakup seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta yang berada di wilayah Kota Malang. Prioritas awal diberikan kepada tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

"Semua sudah masuk. Mulai dari RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit yang ada di Kota Malang," jelasnya.

Husnul menambahkan, jumlah sekitar 11 ribu tersebut merupakan akumulasi dari seluruh tenaga kesehatan yang berpotensi menjadi sasaran vaksinasi tahap awal.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menargetkan sebanyak 290 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia sebagai kelompok prioritas penerima vaksin MR dewasa.

Husnul menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Malang masih menunggu distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Setelah vaksin diterima, Dinkes Kota Malang akan menyalurkan ke masing-masing fasilitas kesehatan.

"Kami sudah mengajukan. Tinggal menunggu dropping dari Dinkes Provinsi Jawa Timur," katanya.

Setelah vaksin tersedia, masing-masing fasilitas kesehatan (faskes) akan melaksanakan vaksinasi secara mandiri kepada tenaga kesehatan yang telah terdata.

"Nanti dari situ akan kami dropping lagi ke faskes. Sehingga masing-masing faskes yang akan melakukan vaksinasi sendiri. Kemungkinan dalam waktu dekat ini," imbuhnya.

Untuk skema pemberian vaksin, Husnul menyebut vaksin MR dewasa akan diberikan dalam dua dosis, sebagaimana mekanisme vaksinasi pada anak-anak. "Iya, ada vaksin satu dan dua," tegasnya.

"Karena tenaga medis dan kesehatan ini paling rentan risiko, vaksinasi MR dewasa ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan mereka, sekaligus memperkuat upaya pencegahan campak dan rubella di Kota Malang," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga awal Mei 2026 ini Dinkes Kota Malang mencatat tidak adanya kasus positif campak yang terjadi di 5 wilayah kecamatan. Seluruh program imunisasi massa maupun imunisasi kejar juga telah dilakukan sejak Februari hingga April 2026. 

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.