29 May 2026

Get In Touch

Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo, Akibat Wabah Ebola

Petugas Palang Merah berjalan berbaris saat melakukan disinfeksi di Rumah Sakit Umum Rwampara sebelum menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik
Petugas Palang Merah berjalan berbaris saat melakukan disinfeksi di Rumah Sakit Umum Rwampara sebelum menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik

KAMPALA (Lentera) - Uganda memutuskan untuk segera menutup perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC), karena situasi epidemiologis yang disebabkan oleh wabah Ebola, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Uganda.

"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," kata kementerian dalam pernyataan, pada Rabu (27/5/2026) melansir Antara, Kamis (28/5/2026).

Pernyataan tersebut menekankan, bahwa setiap orang yang kembali dari DRC ke Uganda akan melakukan isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan, wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang menimbulkan ancaman bagi negara lain. 

Menurut data terbaru, 221 orang telah meninggal di DRC dengan dugaan Ebola. Wabah Ebola sebelumnya di Republik Demokratik Kongo berakhir pada Oktober 2025.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.